Hei kunang-kunang hitam lagi!
Aku bersyukur sayapmu ternyata baik-baik saja ![]()
Setelah sekian lama rembulan tidak menampakan dirinya, semalam tadi ia muncul lagi.
Memang ia masih malu-malu dan bersembunyi di balik awan hitam.
Tapi keadaan itu justru mengingatkan aku akan kita dimalam itu.
Kau dan aku masih saling menatap di bawah rembulan yang tertutup awan.
Sesaat kemudian alam semesta dengan piawainya menyempurnakan kebahagian kita dengan menyingkirkan awan itu.
Bulan yang indah serupa malam kita itu.
Peristiwa membuatku merenung dalam! Bahwa jarak yang menghalangi kita sekarang hanya secuil rintangan.
Ia pasti akan berlalu tepat pada waktunya seperti awan diterbangkan angin.
Kunang-kunangku,
Kau selalu berujar padaku ketika rindu lihatlah rembulan.
Karena walaupun kita terpisah milyaran tahun cahaya kita akan selalu melihat bulan yang sama.
Aku harap akan selalu begitu sebab itulah satu-satunya cara kita terhubung.
Tapi aku ingin menyampaikan sesuatu.
Kadang alam punya kejutan yang tak terprediksi dan manusia punya cara berbeda menyikapinya.
Sangat mirip perasaan.
Semoga kita akan selalu melihat bulan dengan presisi yang sejalan.
Hari semakin malam dan hujan semakin deras.
Mungkin tak akan ada bulan yang muncul.
Tidurlah cepat hari ini dan sampai bertemu di dunia mimpi.
Dengan penuh kasih – Bintang timurmu-
bintang timurmu, suka nama itu…… seperti sunrise rasanya
saya juga suka opa