Dear bintang paling redup beberapa malam kemarin!
Semoga kau baik-baik saja di manapun kau singgah hari ini.
Belakangan ini banyak hal yang harus diputuskan.
Ya atau tidak, pergi atau tinggal, terus berjalan atau berhenti.
Ya atau tidak, pergi atau tinggal, terus berjalan atau berhenti.
Seperi yang pernah aku katakan padamu, tidak ada yang benar atau yang salah dalam sebuah pilihan.
Semuanya hanya masalah sudut pandang saja.
Semuanya hanya masalah sudut pandang saja.
Entah kau masih mengingat perkataanku atau tidak. Hah, sudahlah!Mungkin kemarin-kemarin aku terlalu bersemangat untuk mengejar pagi.
Apakah aku harus minta maaf??
Apakah aku harus minta maaf??
Malam tadi aku merenung dan mencoba merengkuhmu dalam pandanganku.
Ternyata bentukmu semakin mengarah manjadi Segitiga.
Kau menjadi jelas sangat tidak jelas.
Ternyata bentukmu semakin mengarah manjadi Segitiga.
Kau menjadi jelas sangat tidak jelas.
Tapi mungkin seharusnya seperti begitu adanya agar aku punya keberanian hinggap pada titik ini.Titik untuk berhenti dan berharap semua akan baik-baik saja.
Titik yang sebenarnya paling sulit untuk ku lengkapi dalam cerita tentang langit namun harus!
Aku akan berlari. Berlari dengan tanda seru.
Aku membawa diri pergi karena aku lebih mencintai waktu dan bumi.
Dia yang disudut langit pasti menghujanimu dengan kasih yang lebih.
Oh, aku tak lagi suka es krim
Sampai jumpa lagi di galaksi selanjutnya. Kuharap kau memenuhi janjimu.
perjalanan.. sebuah perjalanan
selintas cahaya melesat
seperti bintang jatuh
adakah sebuah wish terucap ?
ucapannya sudah menggantung di sudut langit , tapi entah akan terkabul atau tidak
)
Semu kemarin tertinggal dipantul ingatan, semoga tak jemu menanti dilain waktu.
iya.. semogaa