Arjuna, setelah berpuluh malam yang kita lewati
Rindu semakin tegas menampakan wujudnya
Doa- doa yang kita naikkan hari kemarin saat hujan membelah udara manja
Menggelitik mataku pagi ini.
Masih ada pucuk harapan pada setitik embun
Kau dan aku sama tahu
Jarak telah kita kutuk menjadi malaikat penyesak dada
Tapi biarlah ia sementara tetap ada
Menyucikan rongga kelam waktu lampau
Agar perjumpaan nanti bahkan lebih berharga dari seberkas cahaya kala gelapĀ merajai siang
~surabaya, pada senja pertama~
dimana arjunamu berada?
Disimpan dong. Gak boleh ditunjukin ke org laen
iya .. di manakah dia sis ? *kepo*
kash tau ndak yaa mbak? wkwkwk :p
Saya suka kalimat ini : “Agar perjumpaan nanti bahkan lebih berharga dari seberkas cahaya kala gelap merajai siang”…
Hmm…yang lagi merindu…hihihi
Salam hangat mbak Masya…
makasih mas
puisi yang bagus,,!
makasih mas
Sama2…!
malaikat penyesak dada? artinya apa ya? *kepo nie asmie*