Perempuan itu

Perempuan itu
Berlarian ditengah derasnya hujan
Matanya merah, entah karena menangis atau marah
Terusan putih  terlihat lusuh dibadannya
dan perutnya sedikit membuncit
Mirip orang hamil nampaknya
Terus berlari, sekuat tenaga
Menuju rumah di sudut jalan itu, rumah yang dikunjungi banyak orang berbaju hitam

Tiba, akhirnya dia tiba

Peluhnya telah menyatu dengan hujan
Tapi nanar matanya belum juga berlalu
Menerobos masuk tanpa mempedulikan air mata dan erangan tak rela
Menuju satu tujuan
Pria berdasi, yang tersaji manis didalm peti kayu cokelat

BANGSAT !!!!  Teriaknya
Bangun kau…..
Siapa yang akan membeli susu buat anakmu ini????
Siapa yang nanti mengantarku ke rumah sakit ketika perutku berkontaraksi???
argggghhhhh!!!!!!
Dia terdiam sejenak memandang perutnya…
Lalu menangis…..
Bukan karena lelaki itu
Tapi karena ratusan bungkus kopi yang dia beli kemarin pagi dengan sisa gajinya bulan kemarin

2 thoughts on “Perempuan itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s