Pernah ada cerita tentang dia (dan saya) yang aneh

Ketika pertama kali bertemu, dia menyapa saya dan saya hanya tersenyum sambil bertanya-tanya siapa dia.
Dia memanggil saya dengan sebutan “adek”.
Belakangan baru saya ketahui dia adalah kakak kelas saya.
Dia tidak tampan, tidak atletis jauh sekali jika dibandingkan Short Columbus .
Kulitnya putih, jauh lebih putih dari kulit saya. Malu sekali kalau berjalan dengannya.. T_T
Dia menarik., senyumnya manis.
Rambutnya berwarna hitam, kadang dicat pirang, sangat sedikit menyembul keluar, kira-kira 0,5 cm dan itu bagian favorit saya dari dirinya.
Entah mengapa saya menganggap dia keren sekali jika kepalanya plontos.
Terkahir kali yang saya lihat rambutnya sudah panjang dan benar itu terlihat sangat tidak indah dimata saya.
Aneh.

Dia tidak romantis, sama sekali tidak.
Ada satu kejadian yang melekat betul di otak saya, ketika kami hendak berpisah.
Dia memberikan kepada saya seuntai kalung. Dia melepas kalung itu dari lehernya lalu meletakkannya di tangan saya.
Saya hanya menatap dia heran. Dia hanya bersenandung kecil dan bilang “jaga baik-baik !!!”, sambil mengacak-acak rambut saya.
“kalau di film-film itu, biasanya kalau si cowok memberikan kalung langsung dipasangkan keleher ceweknya. Romantis tau!!!” ujar saya berapi-api kepadanya.
“pletak!!!” sebuah jitakan mendarat diatas kepala saya.
“sok dewasa!!! Sini!!!” ujarnya sambil membalikkan badan saya dan memasangkan kalung itu di leher saya.
Sungguh tidak romantis didukung tempat kejadian perkara di sebuah pusat perbelanjaan.
Menyebalkan.
Lelaki yang aneh.

Komitmen??? sudalah lupakan saja…
Tidak akan pernah membuahkan hasil apa-apa.
Lima tahun sepertinya tak berarti.
Seperti memindahkan gunung nampaknya, tidak mungkin terjadi.
Cita-cita saya yang nampak tak wajar di matanya
Mimpi-mimpinya yang mengerikan di otak saya
dan darah… ya.. darah kita berdua..

mirip vampire, tapi bukan

 

Dan akhirnya kami memutuskan untuk menyerah pada keadaan
hebat … >> plok.. plok.. plok <<
mengubur setiap hasrat
setiap impian
setiap rasa
ohh,, kami tidak mengubur rasa sepertinya..
kami membiarkannya bermain bersama angin.. berlalu dan selalu ada…

Dan dari ratusan kata yang sudah saya utarakan tentang dia (andai saja sewaktu saya menulis abstrak skripsi selancar saya bercerita tentang dirinya), saya tidak akan lupa mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang sangat konyol, lucu, dan menyenangkan.
Di mirip Ayah saya.
Dia selalu bisa membuat hari-hari saya yang nampaknya buruk jauh lebih baik.
Suaranya menegaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aneh.
Itu dulu…

Sekarang tak bisa lagi

Cerita tentang dia yang aneh bermain-main dalam otak saya,
juga tentang saya yang aneh yang masih membiarkan dia membawa rindu saya kemanapun dia mau.
Kami berdua memang mahkluk aneh yang terperangkap dalam lingkaran aneh
bernama Takdir yang tidak bisa kami lawan.

 

 

2 thoughts on “Pernah ada cerita tentang dia (dan saya) yang aneh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s