Bagaimana Jika

Sebenarnya terlalu banyak bagaimana jika dalam pikiran kita.

Tidak masalah, itu artinya otak kita masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagaimana jika biasanya berisi berbagai kemungkinan hal-hal yang akan terjadi dimasa depan dari sebuah kondisi yang kita andaikan

Seperti bahan pertimbangan untuk pengambilan sebuah keputusan.

Berapapun banyak pertimbangannya, hanya satu hal yang kita putuskan.

Memusingkan kadang-kadang untuk memilih. Tapi pada akhirnya harus.

Lari dari kenyataan?? terserah anda. itu juga bagian dari opsi bagaimana jika. Betul kan?

Binggung bukan?? saya juga begitu. Begitulah kehidupan.

 

Jika di pagi ini, pikiran kita buntu, kehabisan ide untuk menulis paper yang harus dikumpulkan  jam 12 siang nanti, misalnya.

Apa yang akan kita lakukan?

Bagaimana jika kita berdoa?? mungkin akan menenangkan hati dan bisa berpikir jernih.

Bagaimana kalau kita mandi?? Penyegaran pikiran. Tapi sangat dingin. Bagaimana jika nantinya masuk angin? Mandi air hangat sajalah.

Bagaimana jika kita menyesap sebatang rokok? Nikmat. Otak depan akan segera meningkat aktivitasnya (saya yakin).

 

Jika siang ini, hujan lebat turun, padahal kita sudah berjanji untuk melakukan wawancara dengan seseorang di suatu tempat?

Bagaimana jika kita tetap pergi, walaupun agak basah nantinya? tidak apalah sudah berjanji. Seorang lelaki sejati selalu memenuhi janjinya

Bagaimana jika dibatalkan saja diganti dengan waktu lain? saya akan mengirim pesan singkat untuknya sekarang

Bagaimana jika wawancara online saja? Saya dan dia berteman di Facebook. Tapi ekspresi di wajahnya tak bisa saya lihat, membayangkan saja susah kok.

Jika hari ini terlalu banyak kegiatan yang menguras tenaga dan otak lalu  pacar anda entah mengapa menjadi sangat menyebalkan?

Bagaimana jika kita putuskan saja??? tapi sudah lama sekali kita dan dia berpacaran, sudah dikenalkan ke keluarga lagipula. Bagaimana kita akan menjelaskannya kepada mereka??

Bagaimana jika kita cuekkan saja??? tapi kita dongkol sekali *sumpah*

Bagaimana jika kita  balik marah-marah??? entahlah

 

Jika suatu hari nanti anda bertemu dengan seseorang yang selama ini anda inginkan, dan dia juga masih menginginkan anda, namun kalian berdua sama-sama sudah punya pasangan,bagaimana?

Bagaimana jika anda menghindari dia? tidak menyesalkah??

Bagaimana jika anda dan dia menghilangkan keinginan itu dan merubahnya menjadi rasa persahabatan??? Mudah. Omong kosong. Sama sekali tidak.

Bagaimana jika anda dan dia, tanpa sepengetahuan kedua pasangan kalian, diam-diam menjalin kasih??? Menantang. perlu dicoba kadang-kadang. Akibatnya nikmatilah sendiri.

 

Jika hubungan anda dengan kekasih anda yang sangat anda kasihi ditentang habis-habisan, kemudian anda dijodohkan. Wow. Luar biasa… Terus..

Bagaimana jika anda terima saja. menyerah dan belajar mencintai orang yang akan dijodohkan dengan anda. Hitung-hitung balas budi, tidak ada salahnya.

Bagaimana jika anda lari, lari kawin dengan pasangan anda. Bagaimana ya rasanya tanpa restu orang tua???

atau Bagaimana jika anda menghamili dan dihamili pacar anda saja??? dan minta dinikahkan??? bisa bisa

 

Bagaimana jika saya menikah muda saja???

Saya sudah pernah dilamar untuk menikah umur 23 tahun… Gila. Rasanya seperti makan 20 bungkus permen jahe dalam satu kali.

Dengan siapa??? Orang apa??? Kerja apa dianya??? lebih tua atau lebih muda atau seumuran?

Dosen pembimbing saya bilang “dengan orang Netherland saja Masya… ” hahahaha

Mengapa tiba-tiba berpikir untuk menikah yah??

atau saya menelepon mama saja??

Saya selalu merindukan dia

Bagaimana jika saya minum secangkir teh dulu??

Saya pikir saya mandi saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s