Sumbing, 16 September 2011

Di kaki gunung Sumbing
Wajahmu kecoklatan terpapar angin musim kering
dan aku dihadapanmu, menatapmu, hampir kaku

Dengan anugerah Tuhan Aku jatuh hati padamu
Dengan rangkaian bunga tembakau ini
Maukah kau melewatkan masa tuamu bersamaku??

Non,
Aku hanyalah seorang lelaki biasa
Yang tidur beralaskan daun-daun tembakau
dan hari-hariku tergantung pada kepulan asap tembakau
Aku hanya berharap
Setiap pulang kerumah nantinya
Ada sepiring nasi Jaha untukku
Maukah kau membuatkannya??

Entah mengapa aku jatuh cinta pada makanan itu dan juga padamu
Lebih besar padamu tentunya

Tolong, jangan kau tolak
Ayah ibuku, sanak keluargaku bisa gila
Karena melihat tubuhku kumasukkan dalam mesin rajangan tembakau

One thought on “Sumbing, 16 September 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s