O untuk orang asing

           hello-stranger

              Orang asing bukan hanya mereka yang berambut pirang, berwajah tidak Indonesia, berkaki sangat panjang dan wara-wiri dengan sepeda ontel di siang hari. Orang asing bisa juga berarti mereka yang sama sekali tidak kau kenal, berwajah eksotik khas Indonesia dan pada kasus ini mereka kadang membuat dunia saya berhenti beberapa saat. Tidak apa-apa, setidaknya saya masih normal karena mahluk asing itu bersosok seorang lelaki. Dan jika saya suka dengan mahluk asing itu, saya rasa tidak apa-apa, tidak ada yang dirugikan. Ketika mata saya tidak bisa berpaling dari keindahan dirinya, dan mengungkapkan perasaan saya,  apakah salah? Ah.. sayang sekali saya seorang perempuan. Yah, memang dogma patriarki sudah berakar kuat disetiap orang yang mengidentifikasi perilaku saya sudah menyimpang.  Luar biasa.

Saya terkadang begitu terpesona, bagaimana bisa ada mahluk-mahluk indah ini berseliweran ditengah rusuhnya dunia kecil saya membuat mood saya lebih baik.  Tuhan memang adil. Terakhir kali saya ingat, saya suka pada seorang lelaki asing dengan tinggi semampai, berkulit cokelat dan bertampang playboy handal dengan rahang tegas. Sempurna. Saya suka dan merasa penasaran padanaya. Kadang seseorang tak butuh alasan untuk menyukai seseorang, bukankah begitu?? Sorot matanya yang tajam membuat hati saya cenat cenut, mungkin karena sudah lama vakum menyukai seseorang. Entahlah, tidak usah dipikirkan. Tiba-tiba saya ingin mengtahui namanya, bertukar nomor telepon selular denganya dan selanjutnya, dan selanjutnya seperti dalam film-film ber-genre romantik yang pernah saya  tonton. Bertemu dijalan, saling jatuh cinta, tidak ingin terpisahkan, menikah dan hidup bahagia selama-lamanya. plok plok plok. Benar-benar gairah masa muda yang bergelora.

Kebahagiaan yang meluap-luap saya dapati pada akhirnya ketika dia mendatangi saya, mengajak berkenalan dan bertukar nomor telepon seluler. Menyenangkan sesuai yang saya inginkan. Tidak ada yang lebih indah sejak itu hingga saya memandang langit pagi ini dan menyadari tidak semua hal yang saya inginkan adalah yang saya butuhkan. Ketika dihadapkan dengan lukisan indah, mahal, namun tak ada arti, apalah gunanya. Sama halnya ketika berhadapan dengan mahkluk asing tampan, berkulit coklat menawan, yang pertama kali terlihat begitu manjanjikan namun setelah lebih dalam dicermati, dia hanyalah setangkai permen manis tak bernutrisi. Tak ada gunanya. Tak ada yang dapat dibanggakan dari sebuah bungkus luar yang menjanjikan jika menikmatinya justru akan melemahkan kerja neuron diotak kita. Kekecewaan adalah efek samping namun jawaban atas rasa penasaran diri sendiri dan pengalaman tak terlupakan telah menjadi obat yang manjur. Hari yang indah untuk menetralkan kadar hormon stres yang memuncak di penghujung tahun. Merefleksi kedalam diri bahwa ambisi pribadi saya lebih berharga dari pikirannya adalah kerangka penghibur diri di musim dingin tanpa salju ini.

Mudah menyukai seseorang bahkan seorang asing sekalipun tidak apa-apa. Namun ketika terlalu cepat mengambil keputusan tentang mereka, itu yang berbahaya. Saya akhirnya tahu romantisme yang ditawarkan di film-film itu tidak sepenuhnya sesuai, ataupun kalau ada kasus seperti itu probabilitasnya 1:1000.Memperbaiki diri adalah agenda yang baik sambil menghayati lagu indah ini : “Turn around, turn around and fix your eye in my direction. So there is a connection. I can’t speak, I can’t make a sound. To somehow capture your attention. I’m staring at perfection. Take a look at me so you can see. How beautiful you are  (Secondhand Serenade – Stranger) “

____________________( when you fall in love for stranger, just runaway. go go go. baby go)_____________________

One thought on “O untuk orang asing

  1. Ada yang membayang di kepala fit, tapi tak mungkin mengungkapkannya yah hahahaha….. “I love him without knowing how, when or ever from where. I love him simply without problem or pride. I love him in this way, coz I don’t know any other way to loving” hehehhehehe…………. Just want to share, jadi rasa suka itu tidak perlu di sesali, bila keliru pun anggaplah kurang beruntung :DD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s