Hujan itu (tidak) Romantis !!!

          Saya menyukai hujan. Bau tanah yang menyeruak serta suasana langit yang dramatis itu, adalah kompilasi alam yang indah. Saya betah berlama-lama  duduk didekat jendela kamar ketika hujan turun, memperhatikan tetesan air yang seakan saling berlomba mencapai tanah, pola langit yang kadang dibumbui goresan petir atau hanya sekedar menikmati aktivitas penduduk sekitar ditengah-tengah hujan. Apalagi ketika menikmati hujan sore hari dengan secangkir teh manis. Nikmat. Kadang saya kesal dengan hujan karena menggangu aktivitas yang harusnya dapat dilakukan bila hari tak hujan. Tapi tetap saja, saya menyukai suasana ketika hari hujan. Dramatis, romantis, menggemaskan.

          Buat saya dan sebagian besar wanita (mungkin saja), hujan itu romantis.  Banyak film begenre romantis menyajikan indahnya romansa antara sepasang kekasih yang makin  terasa lebih mantap bila ditambah dengan guyuran hujan. Sebut  saja film Notebook. Film yang dirilis tahun 2004 ini merupakan salah satu film favorit saya. Beberapa adegan mesra antara Allie dan Noah ditengah guyuran hujan entah mengapa terlihat begitu romantis di mata saya. Saya tidak pernah tahu jawabannya hingga kini, sungguh. Film ini begitu memikat hati dan masih sering saya nonton diwaktu senggang.

           Namun sayangnya hujan tak dapat mengubah seseorang menjadi romantis. Setidaknya itu yang saya pelajari akhir tahun kemarin. Aku tahu dia bukan manusia yang romantis, tapi pikirku setidaknya hujan dapat sedikit melembutkannya. Ketika hari hujan dan dia berada tepat disisiku, bayangan romansa seperti film-film romantis tidak berhenti berlalalu lalang dalam pikiranku. Terlebih – lebih lagi diriku akan segera pergi meninggalkannya, pasti semuanya sempurna sesuai dengan imajinasi. Akhirnya kesimpulan yang saya dapat hari itu, jangan terlalu mempercayai imajinasi, terlebih-lebih imajinasi kita sendiri. Yang kuingat hari itu, wajahnya begitu menyebalkan. Sangat menyebalkan. Seperti biasa, dia hanya mengacak-acak rambut yang sudah kutata rapi supaya terlihat keren dimatanya dan bilang ‘Jangan lupa sms ya. Kita pasti ketemu lagi kok !!! Cepat pergi nanti pilek. Dadoooo’ ‘. Gubbbraaak!!! Apa-apaan itu???. Arghhh.. Aku ingin sekali berbalik dan mencekik lehernya. Sayang sekali awak kapal sudah memanggil-manggil ku dengan raut muka paling mengganaskan. Akhirnya aku berlari menuju kapal dengan suasana hati yang tidak bisa kudeskripsikan artinya hingga sekarang.

             Hujan mungkin romantis, tetapi tetap saja hujan telah gagal meromantiskanmu. Jadi, dalam kasus ini, Hujan itu tidak ROMANTIS. Kamu terlebih lagi !!!:/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s