Kau, Aku, Fatamorgana kita (03/09/2011)

Rasaku mengintip dari balik gardu tua
Kau telihat lusuh
Sedang berbaur dengan kepulan asap rokok
Dagumu semakin tirus
Fatamorgana senja terlukis gamblang di wajahmu
Namun tetap saja kau indah bagiku

Mengenang perjumpaan-perjumpaan kita yang singkat
Kadang tanpa kata
Tanpa senyuman
Selingan kecemburuan tak terungkapkan
Bahkan pikiran-pikiran liarmu yang melampaui kenormalanku
Romantis

Aku tak ingin meratap
Hanya ingin bersenandung
Bahwa cinta itu bukan kesia-sian seperti pikirmu
Semuanya akan terasa ringan seperti saat kau menyesap
Secangkir kopi
Duniamu ingin sekali kucicipi
Setiap alur pikirmu akan kupaksa merasuk kedalam jiwa
Biar kita terbang bebas
Layaknya cacianmu pada kekayaan dan idealisme sia-sia

Aku jatuh
Setiap menatapmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s