K untuk Kamu

Anak kecil berlesung pipi, berseragam kuning itu kini telah menjelma menjadi lelaki dewasa dengan kombinasi sifat penyayang dan pemarah dalam komposisi yang nyaris sempurna. Masih kuingat pertengkaran-pertengakran konyol kita, emosi ku yang sering meluap-luap ketika mendengar ocehan-ocehan menyebalkanmu hingga urat nadi ditanganmu yang nampak jelas ketika kau menahan emosi dan tidak bisa meninju wajahku. Tak ku ingat lagi telah berapa lama kita tak saling bersua, tak saling mengucap kata rindu, tak lagi bermimpi bersama. Aku mengenalmu lebih dari separuh hidupku. Kita belajar bagaimana cara memahami dan bersabar, belajar memaafkan dan menghormati bersama. Belajar bahwa rasa benci kita adalah kamuflase ajaib terhadap perasaan cinta yang begitu mendalam. Tahun-tahun penuh kebimbangan dan kau selalu ada ketika aku terperosok dalam keangkuhan nurani. Sayangnya keegoisan dan kepastianlah yang mengalahkan rasa memiliki kita, yang menjauhkan kita hingga tak lagi saling mengenal. Oh sudahlah. Kadang-kadang kekinian kita terlihat mengerikan. Mungkin kita akan berjumpa di dunia mimpi nanti malam. Selamat tidur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s