Cintamu

Cintamu terlalu dini
Embun masih terlalu pagi untuk berlalu
Mentari masih betah terlelap diperaduannya
Tak bisakah kau menunggu fajar bersinar lagi diwajahku???

Cintamu terlampau awal
Hujan masih deras
Dan petir bergemuruh diangkasasana
Bisakah kau kelu. . .
Menanti hujan beristirahat sejenak???

Cintamu terlalu cepat
Burung-burung masih sibuk merangkai rumahnya
Musim dingin pun tak kunjung berganti
Dan irama ombak laut masih sama

Tak bisakah percaya
Aku akan milikmu selamanya???
(Salatiga, 2007. –Mengenang Yogyakarta-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s