Tak Sepertimu

Tidak seperti kau,
Hanya hujan yang bisa menjadi penyejuk nurani
Janji seringkali berkhianat
Raib dalam keegoisan bahkan cinta
Apalah artinya

Nafasku berhembus dalam dingin
Kau bilang:
Apalah arti seorang wanita yang jatuh cinta pada rangkaian kata-katanya sendiri
Mimpi-mimpinya hanya fatamorgna yang nanti ikut redup bersama malam
Yah,
Aku hanya wanita
Yang tidur berselimutkan kertas-kertas lusuh
Sebentar nanti, aku tidak muda lagi
Tapi ini mimpiku sayang,

Hujan masih beraroma serupa
Sayangnya kau memang masih seperti itu
Takut pada mentari dan angin laut
Bahkan memilih arahpun bimbang

Aku tidak seperti kau,
Setidaknya Aku jujur dalam kata-kataku sendiri
Masih mampu mengejar mentari
Masih tahu seni memilih

(21-03-2012 : 07.40)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s