Yogyakarta Kita

Hidup kita adalah semilir angin
Merindukan harum ombak senja dan belaian sinar rembulan
Di laut selatan
Bahkan ketika rasa mulai pudar
Terkikis badai pasir yang menjemukan
Kita masih berharap ada nyanyian pilu musisi jalanan
Sebagai penghantar tidur

Gemerlap lampu perkotaan semakin redup
Kita masih setia menanti di etalase Malioboro
Seorang wanita bercadar jingga
Membacakan puisi kita dengan anggun

Dunia semakin berlalu
Dedaunan enggan bertahan di rantingnya
Nantinya kita bukan lagi kita
Namun masih tetap merindukan hal yang sama
-Yogyakarta kita-

(21  Maret 2012 – 06.31)

2 thoughts on “Yogyakarta Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s