Kita Hanya Rakyat

Apalah arti bersuara
Ketika mereka tetap berpaling
Mungkin pikirnya, kita hanya segumpal daging tak berarti
yah, kita hanya rakyat
Bahkan dengan aksi treatrikal
yang mengharu biru
apakah dimengerti???
Mereka hanya mengerti
Tanda tangan, mobil bagus, kursi empuk dan tidur.
Tangisan, belas kasih, perut keroncongan, dan ketidaknyamanan lainnya
Mereka tak mengerti itu
Karena mereka sudah bukan lagi rakyat seperti kita
Mungkin hanya dengan teriakan yang dibumbui cercaan
dan aroma keringat bercampur kemarahan
baru mereka mengerti

Semoga saja mereka tidak berpura-pura mengerti
Karena mereka merasa jijik menatap
keberadaan kita yang nanar jingga
dan semoga saja kita masih tetap rakyat
Pulang dengan utuh
tanpa diiringi tangisan dan karangan bunga

Salatiga, 27-3-2012
-dalam sebuah perenungan tentang hari ini-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s