Khilaf kita (3)

Khilaf kita
Adalah ketika kau torehkan wajahku di dada kirimu
dan aku menyematkan kalungmu di leherku
Lalu menyadari
Kita terlampau muda untuk memahami
Langit juga bisa terkoyak
Dihembus debu jalanan
Bisa runtuh, tersenggol oleh amarah kebohongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s