Rindu Kita

Rindu kita bersembunyi dibalik kelabunya awan
Mencari celah untuk bersua, diantara desiran angin yang semakin menjadi-jadi
Dalam ragu,,,
Rindu kita menyandungkan penyegar jiwa
“Tunggu saja, angin segera berhenti”

Dini hari,
Rindu kita hangus tersambar petir
Menyisakan tnda
Luka di hati yang akan mengering lama

 

-dalam sebuah perenungan tentang kerinduan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s