Salatiga yang Tak Seperti Biasanya

Salatiga, kota mungil nan sejuk, berada di antara Semarang dan Solo, serta terletak tepat di kaki gunung Merbabu. Mungkin bagi sebagian orang belum begitu familiar dengan nama ini. Tapi percayalah, Salatiga itu kota yang ngangeni. Suasananya, orang-orangnya, kesejukannya, selalu memanggil kembali. Salatiga tergolong sepi dibandingkan dengan Semarang atau Solo. Ramainya diindikasikan karena adanya Satya Wacana (Univ. Swasta) disini. Jangan heran, ketika sering berpapasan dengan muka-muka khas orang timur. Mereka banyak yang datang menimba ilmu disini, termasuk saya.
Well, sepanjang pengamatan saya selama ini, jalan-jalan utama di Salatiga jarang sekali mengalami kemacetan. Kalau sampai macetpun hanya karena ada acara tertentu dan berlangsung sebentar saja.  Namun tidak berlaku untuk kemarin dan hari ini. Saya baru pernah melihat deratan kendaraan mobil di jalan yang sebanyak itu. Entah yang sedang berlalu lalang  atau sedang parkir. Saya sampai takjub dan melonggo. Ini memang pertama kali saya berjalan-jalan ke pusat kota saat menjelang Lebaran. Ternyata melebihi ekspetasi. Jalan yang melompong itu kini sirna. Sepertinya Salatiga jadi mendadak panas.

H-1 Salatiga

Antrean kendaraan para pemudik memang pemandangan yang tak biasa.Bukan hanya anteran kendaran yang terjebak dalam arus mudik saja yang terlihat. Kendaraan lokal penduduk juga terlihat sibuk berseliweran berbelanja kebutuhan esok hari. Maklum jalan utama ini juga merupakan pusat perbelanjaan penduduk Salatiga. Bukan hanya kendaraan bermotor, becak, andong dan para pejalan kaki tupah ruah di jalan Jendral Soedirman, seakan berlomba mengejar tujuan masing-masing. Sampai-sampai anak-anak berkostum Pramuka turut ambil bagian dalam mengatur lalu lintas di jalan. Toko-toko busana dan sepatu sampai toko peralatan masak menjadi lebih ramai dari biasanya. Terlihat konsumen sedang sibuk mencoba-coba ukuran dan melihat-lihat. Ada juga stand-stand penjual petasan yang banyak muncul di trotoar depan pertokoan jalan Jend. Soedirman. Suasana menjadi lebih heboh di dalam pasar tradisional. Jalan penuh sesak, sampai-sampai saya kesulitan mengambil gambarnya. Proses tawar-menawar riuh terdengar disini-sana apalagi karena pasar akan libur dihari esok, yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri. Mau tak mau, para ibu ruamh tangga harus memenuhi keranjang belanjanya untuk beberapa hari kedepan. Ayam, sayur, sapi, buah, sayur, gula kacang, semuanya dipadatkan dalam tas belanja. Tak terlupa bumbu-bumbu pelengkapnya. Dan tentu saja, warung-warung makan akan ikut tutup dan mahasiswa akan kesulitan mencar makanan.. Yaiiiyy!!

Penjual Petasan di sepanjang jalan Utama
Suasana Pasar Tradisional

Para siswa berseragam Pramuka, yang turun membantu menertibkan lalu lintas di jalan utama kota

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah begitu banyaknya pedagagang yang menjual bunga segar. Untuk apa mereka menjual bunga?? Apakah laku??. Memang para penjaja bunga ini sering dikunjungi oleh konsumen. Tanpa banyak tawar, beli, bungkus dan bayar. Setelah wawancara singkat dengan salah satu teman kos, akhirnya saya tahu hal ini sudah sering terjadi apalagi saat lebaran. Saya saja yang baru melihat.. hehehe😀. Bunga-bunga tersebut diperuntukan untuk ziarah di makam. Ini sudah menjadi tradisi. Sebuah pelajaran baru yang indah menjelang hari nan suci ini. Bunga yang dijual umumnya berupa kenanga, kemangi, mawar dan beberapa bunga segar lainnya. Soal harga, jangan ditanya, bisa melonjak 2-4 kali lipat dari yang biasanya.

Penjual Menjajakan Mawar

Kemangi Hitam, untuk ziarah

Salatiga memang selalu punya potret tersendiri. Menarik dan menyenangkan untuk dikontemplasikan dalam teriknya siang tadi. Semoga keramaian ini sedikit saja berkurang agar riak salatiga lebih bercorak setiap harinya. Semoga di hari lebaran ini ada kiriman makanan gratis ke kos saya yang sunyi sepiii:D

*Selamat berhari Lebaran, Selamat berlibur, Selamat merindukan Salatiga-

-Ditengah-tengah sayup suara takbiran dan letusan-letusan mercon

2 thoughts on “Salatiga yang Tak Seperti Biasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s