Pagi ini untuk mencintaimu

Pagi ini aku hanya tahu
Aku mencintaimu
Aku datang tanpa rayuan, tanpa sesuatu yang bisa ditawarkan
Aku bukan lagi anak baik-baik, sudah menjadi liar
Lebih tepatnya mengerikan
Dalam lirih aku menyesap selinting tembakau
Dalam derap hujan aku menanti petir menyambarku
Aku masih miskin dan mungkin akan tetap seperti itu

Maafkan setiap keberanianku mencintaimu

Gadis kecil yang menawarkan sekantong rambutan kepadaku
Masih ku ingat lucu matanya yang lebam saat disengat lebah
Telah berubah menjadi gadis belia yang tak ku mengerti arah pikirannya
Memang dari dulu aku tak pernah paham
Bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan pergerakan satu gerombolan semut merah

Tapi tak perlu kupahami kan semua itu untuk mencintaimu???

Kau masih sama seperti dulu, keras kepala dan suka tertawa
Aku masih sama, tetap miskin dan jatuh cinta padamu
Kita juga masih sama, selalu sepaham bawa ada harga yang tak bisa kita tebus
Bahkan dengan cinta dan harapan yang kuat sekalipun

Pagi ini ada untuk kita saling mengingat
Pagi ini ada supaya aku bisa memohon
Bisakah kita menikah tanpa ijab kabul atau pemberkatan di gereja???
Ah sudahlah, mungkin langit mendengar doaku
Dan mengabulkan besok tiada lagi hari
Ku harap begitu

-Aku bersyukur untuk hari-hari dimana kau hadir dengan cinta-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s