Bahagia itu (mungkin) sederhana

Bahagia itu mungkin sederhana, mungkin juga sesuatu yang sulit diraih. Semuanya tergantung bagaimana cara kita menyikapi suatu keadaan dan medefenisikannya. Yah, hanya soal sudut pandang saja.

Bagi saya defenisi bahagia adalah ketika saya merasakan percikan-percikan Norepinephrine berpendar sempurna merasuki sel-sel otak saya. Bahagia itu kita yang menentukan. Walaupun hanya dengan keadaan yang sederhana (baca: kadang sederhana sekali), kalau kita merasakan perasaan yang kita defenisikan sebagai ‘bahagia’, kenapa tidak?? Nikmati sajalah.

Mungkin bagi orang lain itu sangat sederhana dan tak memadai standart kebahagiaan mereka. Namun, jika bagi kita keadaan sederhana itu telah membuat kita seperti melayang-layang ke langit ketujuh, apa yang harus diragukan?? Bahagia memang cuma kita yang rasa dan punya!!!!

Buat saya Bahagia itu Ketika,,,
* Saya berlari ke pelukan mama saat pulang ke rumah, merogoh kantong tasnya dan pergi membeli beng-beng.
* Melihat wajah Christhy yang pasrah dan manyun saat sudah kehabisan bahan untuk membalas olokan saya!!! hahaha… (′▽`)
* Bangun pagi dalam damai, melihat kokohnya merbabu, sambil menyesap udara pagi yang sejuk dan membaca buku favorit.
* Terbangun tengah malam dan menyelesaikan PR Kalkulus yang besoknya mendapat nilai sempurna.
* Mendapat tetesan pertama hasil ekstraksi senyawa aromatik yang sudah saya tunggu selama berjam-jam.
* Menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk.
* Orang-orang terkasih mengucap terimakasih dan merasa kita berharga.
* Mengingat detail kenangan dengan keluarga terdekat dan akhirnya saya tersenyum-senyum sendiri.
* Ketika membaca kalimat penutup pesan teks “Fit, sayang ka acha dhe🙂. Romatis ade #hahaha
* Masih bisa tertawa terkekeh-kekeh padahal uang didompet tinggal 5.000 perak. Di ATM pun tidak bisa lagi ditarik.
* Senyuman saya dapat membuat orang lain tersenyum.
* Makan sepotong coklat tanpa mikirin apapun. (♡▿♡)
* Seorang bayi tertidur pulas di pangkuan saya, walaupun waktu itu perjumpaan pertama bagi kami berdua. Sungguh!!!
* Pikiran jernih dan dapat menuntaskan ide-ide dalam bahasa yang mengagumkan.
* Ada yang terinspirasi membaca tulisan saya.

Terlebih lagi saya bahagia ketika saya bisa bersyukur bahkan dengan rela hati menerima kekinian saya, keadaan saya yang sekarang dan apa yang saya miliki sekarang. Saya berterimaksih karena Tuhan mengaruniakan perasaan indah ini bagi setiap orang, menyelingi setiap perasaan berduka, sakit dan kecewa. Bahagia memang obat yang mujarab untuk mengikis segala akar kepahitan dalam jiwa. Bahkan serasa kelegaan yang luar biasa saat ada kerelaan hati untuk merasakannya.

Bahagia memang kita sendiri yang bisa ciptakan. Kapan saja, di mana saja. Besok lusa mungkin ada hal-hal yang tak terpikirkan sekarang yang akan membuat saya bahagia dan saya menanti hal-hal sederhana itu. Kita tidak perlu memaksa untuk bahagia dalam keadaan yang orang lain ciptakaan jika memang kita tidak indeed to feel it.

Bahagia itu memang sederhana. Layaknya ketika kita jatuh cinta pada sesuatu. Seperti dentuman-dentuman perasaan saat saya  jatuh cinta pada bintang, rembulan, lautan, dan senja. Perasaan indah dan menggebu saat saya jatuh hati pada warna merah dan menemukan hal-hal baru.

Bahagia memang sederhana, sangat sederhana. Sesederhana saya menikmati percakapan-percakapan kecil kita yang kadang-kadang konyol, bahkan dengan topik yang mungkin orang lain anggap childish sekalipun. Who cares???. Yang penting saya merasa berenang di lautan Norepinephrine  dan ditambah setetes Endorphins. Saya bisa tersenyum dengan sunggingan bibir paling maskimal.  Tanpa ekspektasi, hanya menikmati saat kita mencoba melontarkan pikiran dalam kata-kata, mencoba membangun argumen dan paradigma berpikir. Kalaupun kamu menikmati setiap proses yang berlangsung, terimakasih. Buat saya,  itu merupakan bonus yang menyenangkan. Kalaupun tidak, tokh tidak ada yang rugi. Waktu juga saya relakan dengan sepenuh hati. Memang, tak ada yang tahu rasanya selain kita yang mengalami.

Bahagia itu memang sederhana ya… Sesederhana sebuah emot icon yang buat saya memiliki makna luar biasa dan mendalam.  Seperti perasaan bergejolak saya telah berhasil merampungkan tulisan ini dan PUBLISH. Yaiiiiyyy. \(´⌣`)/

Salatiga, 31 Oktober 2012 — Dalam balutan udara dingin dengan penuh kebahagiaan- Aku harap kamu bahagia!!!

“Kamu!!!! Ya. Kamu!!!”

 

12 thoughts on “Bahagia itu (mungkin) sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s