Tinutuan #cerita hari kemarin

Menikmati libur panjang tidak afdol sepertinya tanpa berwisata. Hari itu berawal obrolan singkat di FB, akhirnya saya dan dua teman memutusakan berwisata, wisata ke pasar tradisonal, berbelanja dan merealisasikan keinginan: membuat tinutuan atau bubur manado.
Tinutuan adalah masakan khas manado yang sudah tak asing lagi.
Namun saya pernah mengalami trauma masa kecil dengan makanan ini.
Waktu pertama kali dicicip, rasanya tidak enak di lidah.
Akhirnya bertahun-tahun berlalu dan saya tidak pernah lagi menyentuh bubur manado.
Dan hari ini adalah hari pembuktian!
Presepsi saya selama bertahun-tahun ini bisa saja benar atau mungkin sekali salah.

Proses tawar menawar adalah ritual yang harus (pasti) dijalankan. #namanya juga cewek🙂
Bahan-bahan yang wajib ada antara lain: daun kemangi, kangkung, bayam, jagung muda, ubi jalar, labu kuning, daun bawang, dan beras.
Yang membuat paling deg-degan adalah prosesi kembalinya kami ke tempat kos teman karena kami naik andong.
Mantap jaya!!! Kekhawatiran dibarengi teriakan-teriakan kecil dan genggaman erat-erat tak terhindarkan  ┒(˘- ˘ )┎

Langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan seluruh bahan-bahan tersebut diatas.
Daun kemangi, kangkung, bayam dan daun bawang di cacah kasar dengan ukuran sesuai selera.
Ubi jalar dan labu yang sudah dikupas kulitnya di potong-potong.
Jagung muda dibesihkan dan diserut menggunakan pisau.

Selanjutnya, labu dan ubi jalar direbus bersamaan hingga dagingnya lembut, kemudian masukkan beras.
Adonan harus diaduk terus agar tidak hangus.
Setelah berasnya melunak, ubi jalar dan labu kemudian dihancurkan menggunakan pengaduk.
Ini bertujuan agar memberi warna yang menarik pada bubur.
Setelah itu, jagung, daun kemangi, bayam dan kangkung dimasukkan. Masak hingga mendidih dan tambahakan garam serta bumbu penyedap.
Bubur ini biasanya akan lebih enak bila  disajikan masih panas dan dimakan dengan abon ikan cakalang dan sambal.
Finally, presepsi saya salah.

Tampilannya berwarna kuning segar di selingi warna hijau,ditambah bau yang sedap, sungguh menggugah selera!
Rasa tinutuan ini segar, manis berpadu pedas, maknyuss…
Dan akhirnya saya tambah 2 piring. .  hahaha

Mungkin pembaca suatu waktu tertarik untuk mencoba🙂.
Silahkan nikmati sendiri sensasinya.

Tinutuan (bubur manado), lengkap dengan tahu dan sambal * Dok. Pri

Salatiga, 16 November 2012.

PS. Bubur dimasak dikosnya orang lain bersama Jillong, tanpa ditemani orang yang punya kos, karena sedang nginap di R.S. Cepat sembuh yaaaaaaaaaaaa kakak..

13 thoughts on “Tinutuan #cerita hari kemarin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s