#Challenge20: A Song That I Listen to When I’m Angry

Marah adalah salah satu ekspresi yang lumrah bagi manusia.
Jadi menurut saya,wajar-wajar saja ketika kita mengalaminya.
Namun perbincangan tentang marah tidak berhenti sampai di situ saja.
Konsekuensi lanjutan yang menjadi tanggung jawab berarti ketika kita tidak mampu memanage amarah tersebut.
Kita bisa marah namun kepada siapa dan diwaktu yang tepat itulah yang menjadi soal.
Setiap orang punya masalah masing-masing.
Bayangkan jika kita marah pada waktu yang tak tepat,lebih para lagi salah objek.
Betapa sia-sianya energi yang kita keluarkan.
Alih-alih selesai, permasalahan semakin semerawut layaknya lalu lintas di kota metropolitan.

Setiap orang punya cara untuk mengendalikan kemarahan dengan cara yang berbeda.
Tidak mungkin kan kita terus-terusan marah sepanjang waktu bukan?
Cara pengendalian amarah sangat tergantung pada budaya, latar belakang sosial ekonomi, jenis kelamin dan kepribadian.
Ada orang yang jika marah hanya diam, mungkin berusaha meredam emosi, lalu kemudian bicara.
Ada yang meledak-ledak, benar-benar meledak. Lalu setelah menumpahkan segala kemarahannya dia mengempis.
Benar-benar tak ada yang terisa.
Ada yang marah tapi masih menyimpan sisa marahnya sebagai permen pedas yang dia kulum kadang-kadang.

Well, setiap orang punya cara yang berbeda menghadapi situasi tersebut.
Biarkanlah masing-masing memilih mana cara yang akan digunakan.
Tiada yang benar atau yang salah dalam hal ini.
Nilai mutlak adalah milik pilihan itu sendiri.

Ketika saya benar-benar marah saya merasa seperti hendak meladak.
Tubuh gemetar dan bola mata menjadi panas.
Lalu saat itu juga saya memuntahkan kemarahan saya.
Lewat kata-kata yang sangat cepat dan nada suara yang lebih tinggi dari biasanya.
Tapi setelah itu, ya selesai.

Pernah satu ketika saya sangat marah,entah hari itu karena alasan apa.
Saya tak bisa bicara, seakan leher tercekat kencang.
Dan akhirnya saya hanya tertunduk dan membiarkan air mata membanjiri wajah saya.
Setelah itu benar-benar lega lalu akhirnya meluruskan kaki #eh salah, meluruskan duduk masalah.

Saya kadang merasa lucu sendiri ketika mengingat masa-masa ketika saya marah.
Pernah saya mencoret-coret isi buku, minum air putih bergelas-gelas, makan es krim hingga loncat kesana-kemari.
Mungkin loncat-loncat bisa menurunkan kemarahan di kepala ke kaki #loh.╋╋ム╋╋ム╋╋ム =)) ╋╋ム╋╋ム..

Suatu ketika ketika saya menjadi sangat gusar dengan suatu hal, saya marah sepanjang hari.Lalu ada seseorang yang berkata, “Kamu bisa gak berhenti marah sebentar? Sumpah, mukamu lucu banget pas marah”. Lalu dia tertawa terbahak-bahak.

What?? (˘_˘”) (¬˛ ¬۵)  (*,_,)ノ (⌣_ ⌣!!)

Saya cuma bisa melonggo dan meninggalkannya sambil mencari segelas air. #hampir pingsan.
Mungkin wajah saya terlalu lucu jika marah. Saya memang belum pernah melihat muka saya sendiri pas marah.
Ya entahlah!!
Saya hanya menafsirkan maksudnya dengan positif saja, “Kamu gak boleh marah supaya tetap cantik”. Hahaha.
#narsis membahana. Halah!

Mendengar musik adalah salah satu metode meredakan kemarahan yang juga efektif buat saya.
Saya suka mendengar lagu “Iridescent-nya Linkin Park ketika sedang marah.
Lirik yang bagus dan suara chester terasa sedikit membantu.

Do you feel cold and lost in desperation, You build up hope, but failure’s all you’ve known
Remember all the sadness and frustration , And let it go, let it go.

Ketika marah semua keputusan tergantung pada kita. Mau benar-benar terlibat di dalamnya atau membiarkannya pergi.
Ingat, marah itu bisa menurunkan kadar kecantikan/ketampanan yah 25% lah.
Jangan biarkan hal sering-sering itu terjadi. Sungguh!

#Dalam malam penuh kerinduan pada semanggkuk es krim vienetta rasa  vanila🙂

6 thoughts on “#Challenge20: A Song That I Listen to When I’m Angry

  1. Hmm.. kalau saya marah, berarti belum marah. Tapi kalau udah marah, saya ga bisa marah, malah nangis.
    😦
    *managemen yang buruk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s