Ketika kamu bilang,,,

Layaknya luffi, goku dan naruto, tokoh utama dari berbagai serial anime.
Pernah kah mereka berpikir akan duduk dan makan bersama seperti di atas?
Tak ada yang bisa menerka kehendak sang penulis.
(gambar disadur dari : http://www.animeforum.com)

*Aku mengawali tulisan ini dengan bersyukur pada semesta yang dengan cantiknya berkonspirasi dengan takdir yang mempertemukan kita semua dalam suatu lingkaran waktu penuh dengan kejutan yang tak pernah terduga kisahnya. Terimakasih untuk setiap kisah yang kalian bagikan kepadaku*


Ketika kamu bilang, ‘AKU SUDAH BERUBAH’

Barangkali kamu keliru! Aku tidak pernah berubah sedikitpun.
Aku masih tetap aku yang dahulu.
Aku hanya bertumbuh seiring berjalannya waktu.
Atau mungkin setelah sekian lama bersama, kamu belum mengenal siapa aku!


Ketika kamu bilang, ‘AKU HARUS SEGERA PULANG PADAMU’

Buat apa? Untuk bermimpi lagi tentang pelangi yang akan muncul di malam hari?
Cobala sedikit rasional!
Cinta memang menjadi dasar sebuah hubungan, aku sepakat.
Namun cinta saja tidak pernah cukup, dan kau tahu itu.


Ketika kamu bilang, ‘AYOLAH, TAKLUKAN DIRIMU LAGI’

Aku hanya ingin bernapas dengan normal sejenak.
Menghirup udara kesendirian yang sudah kulupa bagaimana rasanya.
Berhenti bukan berarti akan pergi selamanya.
Tak bisakah kau biarkan angin bersendagurau dengan rambutku?
Kau datang terlalu pagi lelaki ku.


Ketika kamu bilang ‘SEMUANYA TERSERAH KAMU SAJA’

Aku hanya butuh kepastian, ya atau tidak.
Sudah lama aku tersendat dalam keambiguan ini.
Kamu masih mampu berbicara bukan?
Aku harap kamu setengah sadar saat mengatakan semuanya terserah aku saja.


Ketika kamu bilang, ‘KAMU AKAN MERASA KEHILANGAN AKU’

Percayalah, aku sudah merasakan hal yang sama jauh sebelum kamu.
Namun masih ada purnama yang belum terkuak.
Aku harus berlari hingga aroma malam menyeruak dalam nadiku.
Aku akan kembali suatu hari nanti, entah kapan
Membawa segerombolan auriga padamu
Tetaplah berdoalah agar segala sesuatu indah pada waktuNya


Ketika kamu bilang, ‘KAMU RINDU PADAKU’

Apakah kamu baru bangun dari tidur panjangmu, sayang?
Bagaimanakah rasanya? sakit ketika bernapaskah?
Dulu aku juga pernah merasakan hal yang sama.
Merindukanmu hingga hampir meledak.
Nikmatilah setiap rasa itu.
Oh, sepertinya aku harus berhenti memangilmu sayang.
Sungguh, aku sudah lupa bagaimana cara merindukanmu!


Ketika kamu bilang, ‘MAAFKAN AKU’

Maukah memberi tahu bagian manakah yang harus dimaafkan?
Kegemaranmu pergi dan kembali sesuka hatimu
Atau nyanyian sunyi dipucuk-pucuk cemara?
Sesungguhnya aku tidak pernah membenci mu.
Berpura-pura pun tak mampu.
Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena tidak tahu dari mana harus berawal.


Ketika kamu bilang, ‘KAMU MERASA DINGIN’

(*,_,)aku ingin memelukmu dengan erat.
Merenggek pada waktu agar mempertemukan kita lagi.
Sayangnya, tanganmu masih kau silangkan di depan dada.
Tanpa bergeming sedikit pun, seolah ingin melawan dunia seorang diri.
Padahal kau tahu aku selalu menantimu dengan tangan terbuka.
Rinduku merayapi setiap senja, bernyanyi hangat padamu.
Tak inginkah kau tuntaskan torehan indah di keningku?

*Ketika kamu bilang, ‘kamu kehabisan cerita’. Aku bilang ‘ya sudah, sudah pagi! Aku juga sudah letih. Kamu hanya tersenyum seperti biasanya. Aku menikmati kekonyolan ini (sambil menatap lekat-lekat tampilan desktop pagi ini). Mata yang indah ˘⌣˘ ‘*

-Salatiga, 13 Desember 2012, rindu adalah penyangkalan terhadap sunyi yang mengada-ada-

18 thoughts on “Ketika kamu bilang,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s