IBU

Pagi memulai percakapan dengan embun
Disana kau memanen matahari dan sayap merpati
Dalam kesendirian kau menghalau bayang-bayang kelabu yang semakin senja
Bersama doa-doamu aku terus berlari
Dan ragamu selalu menjadi tempat membasuh lara sepanjang usia
Kusesapi cinta kasihmu yang tak pernah usai dalam secangkir kopi susu
Oh, ada semangat yang meluap-luap dari matamu
Membahagiakanku dalam senyap

Aku dan diriku
Mencintaimu
Aku mencintaimu
Mencintaimu tak berjeda

IBU

 

-Yogyakarta, 22 Desember 2012: Selamat hari ibu mamaku tersayang, yang sudah pasti sedang sibuk mengocok telur untuk membuat nastar kegemaranku. Aku merindukan kebersamaan kita dalam pancaran cahaya natal-

*Didedikasikan untuk semua ibu yang selalu berjuang tak kenal lelah- doa kami selalu bersama kalian*

10 thoughts on “IBU

  1. Hmmm…ya…jadi wajarlah bila kita bahkan lebih mencintai ibu kita bahkan lebih daripada mencintai kekasih pasangan kita sendiri, karena ibu itu….(mangga isi aja sendiri, hehe)
    Salam hangat sepenuh keceriaan…hehe

      1. Hmmm…tanpanya, apalah kita ini…
        Hmmm…baguslah
        Salam hangat nan penuh kesejukan, mbak…!

  2. ibu, derai rinai doa-doa
    ketika jiwa dahaga mengejar asa
    ibu, fajar berembun pagi
    ketika selimut duka segelap malam
    ibu, kasih sayang tanpa kata bagai sepoi
    ketika gerah saat kaki menapaki usia
    ibu, kata-kata melindap, malu
    ibu cahayaku

  3. Pingback: Ibu « katacamar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s