#Challenge 29: A Song From My Childhood

Let the children love their own music (disadur dari musicworldent.com)
Let the children love their own music (disadur dari musicworldent.com)

Musik adalah salah satu bentuk stimulus yang baik untuk perkembangan otak anak.
Dalam buku “Music Makes Your Child Smarter“, sang penulis  Philip Sheppard mengemukakan bagaimana musik berperan dalam kombinasi ekspresi diri, disiplin, dan kegembiraan, juga kemampuan bekerja dengan orang lain secara positif pada anak.
Namun perlu dicermati bahwa tidak semua jenis musik tentunya.
Musik yang dalam konteks ini berperan sebagai media pembelajaran, hendaknya sarat akan informasi positif yang layak dicerna untuk ukuran anak-anak.
Benjamin S. Bloom, seorang psikolog pendidikan Amerika Serikat mengunggapkan bahwa anak hingga umur 8 tahun mencapai tingkat perkembangan intelejensi hingga 80%.
Sebuah capaian fantastis dan mengindikasikan bahwa masa tersebut merupakan mata rantai penting dalam perkembangan intelejensi anak.
Peran orang tua tentu sangat dibutuhkan dalam masa tersebut.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini jarang sekali menemukan musik untuk anak-anak.
Anak-anak diperhadapkan dengan media yang menyuguhkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan umur mereka.
Lirik dan irama dari lagu-lagu tersebut pun kadang sangat sederhana sehingga mudah sekali diserap.
Masih terbesit jelas dalam ingatan saya bagaimana keponakan saya yang saat itu berusia 4 tahun dengan fasihnya melantunkan lagu keong racun, yang akhir tahun 2011 masih booming.
Ada terbesit rasa bersalah saat ini karena saya termasuk salah satu orang yang memintanya demikian.
Lucu dan menggemaskan merupakan pemikiraan saat itu.
Namun apakah semua hal yang kita anggap lucu dan menggemaskan itu baik bagi perkembangan seorang anak?
Lagi-lagi peran serta orang tua dan orang dewasa di lingkungan sekitar untuk mengawasi sangatlah penting.

Salah satu lagu favorit saya adalah “Jangan Takut Gelap” .
Lagu ini merupakan salah satu lagu dari album anak-anak Tasya : Gembira Berkumpul.
Lagu yang dirilis pada tahun 2001 ini digubah oleh  Eross So7, dinyanyikan Tasya bersama Duta, sang vokalis So7.
Siapa sangka lagu ini jika dicermati lagi sekarang ternyata memiliki alasan ilmiah yang tak diduga sebelumnya.

Dulu jika kita tidur dan mematikan  lampu alasannya agar hemat listrik atau supaya cepat lelap.
Penelitian terbaru seperi dimuat republika online menyatakan tidur malam dalam kamar yang gelap bermanfaat buat tubuh.
Ahli biologi, Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya.
Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala.
Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.
See, sangat visioner and make sense but unpredictable🙂

Saya merasa sangat beruntung karena melalui masa kecil dikala lagu anak-anak masih sangat berjaya.
Saya masih ingat kegiatan setiap sore dirumah menonton acara musik anak tralala-trilili (dipandu agnes monica & kak Ferry) serta Ci Luk Ba (dipandu oleh Meisy).
Kebanyakan lagu saat itu mengajarkan kita untuk benar-benar bermain, atau kandungan liriknya seputar pengetahuan umum, misalnya lagu trio kwek-kwek – ‘katanya’-.

Namun keresahan terhadap minimnya lagu anak-anak boleh sedikit berkurang sekarang.
Kini  lagu anak diciptakan dan dipajang di portal lagu anak dan siapa pun boleh gratis mengunduh bahkan menyebarkannya.
Portal lagu anak, http://www.pelanginada.com., di ciptakan oleh Mira Julia ternyata mendapat respon positif di masyarakat.
Lagu-lagunya sederhana dan sarat makna positif.
Salut🙂
Dan ternyata masih banyak yang peduli terhadap tumbuh kembang mereka, sang penerus bangsa ini kelak.

Menutup tulisan ini dengan video dari lagu favorit saya semasa kanak-kanak.
Ingat, sebentar malam berdoa sebelum tidur, cuci kaki dan tangan serta matikan lampu ya.


-Salatiga, 11 Januari 2012, Selamat berkarya dan semoga lagu anak-anak terus menjamur di bumi Indonesia :)-

8 thoughts on “#Challenge 29: A Song From My Childhood

  1. Boomerang senjatanya, ouwoow wooow. .. 😆
    Baca tulisan ini koq berasa nostalgia gitu, Mba. 😆

    Ayoo, Mba.
    Ikut menciptakan lagu anak2. Saya dukung deeeh. ..😉

    1. hehehe.. memang nostalgia terhadap masa kecil adalah hal indah selain minum cokelat panas..😀
      Kalau ciptaiin lagu agak sedikit berat gityu Idah..
      Aku support aja dengan tulisan deh..
      hehehe

      1. so shame that we lack of that nowdays,
        even ‘idola cilik’ season 2 won’t help any significant newbie in children song industries…..
        anak kecil skarang mah taunya lagu cinta2-an atau lagu alay….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s