Oh, Yogyakarta

Hujan turun membasahi bumi Yogyakarta menjelang senja.
Hari ini kubiarkan rintik hujan merasuki jiwa.
Jemari kaki riang bercanda dengan genangan air yang semakin kencang.
Bebas, dalam riuh manusia saling menyapa.
Banyak cerita yang tersematkan dibalik setiap sudut kota ini.

Ia menjadi saksi atas kebahagiaan dan luka yang dirajut.
Ia menjadi tempat pelarian dan menyepi.
Ia menjadi tempat untuk bernostalgia.
Ia menjadi pengobat rindu tak kunjung usai.
Ia tempat meraih keinginan dan cita-cita.
Ia, Yogyakarta itu, selalu meninggalkan bekas di hati tiap insan yang pernah singgah.

Lantunan kidung ceria pepohonan masih saja sama
Bukit-bukit bunga itu masih bermekaran menyambut
Sama seperti pertama kali aku menginjakan kaki di tanah ini
Sekuntum bintang masih tersenyum
Sama seperti kala aku jatuh cinta di kota ini
Lalu ilalang yang mencengkram erat jemariku
Saat hendak pergi dari sini

Tak ada yang berubah dari kota ini
Semua sudut masih seperti dulu
Hiruk pikuk, terik dan derasnya hujan
Kecuali aku dan kamu, lalu kita

Empat Januari 2013dalam suatu sore penuh percikan memori merah jambu-

7 thoughts on “Oh, Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s