Teruntuk Bumi

Our Earth(Gambar disadur dari http://earthobservatory.nasa.gov)
Our Earth(Gambar disadur dari http://earthobservatory.nasa.gov)

Surat ke dua : Teruntuk dia yang ku tinggali,

Kau rangkaian empat huruf penuh arti luar biasa. Dalam keheningan menerimaku, tanpa desah dan keluh.
Pagi ini seperti biasanya, aku tenggelam dalam ritual harian.
Duduk di depan jendela kamar menyesap secangkir teh sambil menatap Merbabu dan sebagian dirimu yang diintari awan.
Setelah bertahun-tahun aku masih tetap saja terhenyak dalam kekaguman.

Tak ada yang ingin kutanyakan padamu.
Kau telah banyak bercerita jauh sebelum aku hadir memijaki punggungmu.
Kau bertutur tentang kebahagiaan lewat jejak gerimis dan senja yang romantis.
Kau utarakan murkamu lewat senandung riuh badai dan larva yang memekik.
Kesedihanmu terukir diatas tanah-tanah tandus tak berpohon, tak bertuan.

Aku menikmati segalanya tentangmu.
Terimakasih ya🙂,
Semua orang berteori tentangmu, termasuk aku.
Kami begitu, entah karena mengasihimu atau hanya terlalu takut kehilangan tempat tinggal.
Maaf, maafkan aku kemudian kami.
Maaf karena menyakitimu secara sadar.
Maafkan karena tak menghargai anugerah dengan cara menjagamu.

Hari ini kau tetap diam dalam kerentaanmu.
Mungkin tertawa dan meluapkan kebijakan lewat semilir angin yang lembut membelai tiap insan.

*Salam kasih Bumiku

#Salatiga-16 januari 2012 – kehanggatan yang sudah menjadi dingin#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s