Kecerdasan Anak: Kompilasi Antara Genetik, Stimulasi dan Nutrisi

Sudah sejak lama kecerdasan dipercaya semata adalah hasil warisan dari kedua orang tua. Namun pandangan ini harus ditinjau kembali. Banyak hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa faktor genetis hanya berperan sekitar 80% saja. Sisanya adalah sumbangan faktor lingkungan, yakni pola asuhan dan pemberian nutrisi yang tepat. Perkembangan anak telah dimulai sesaat setelah proses pembuahan berhasil. Dari sinilah sesungguhnya telah dimulai perjuangan para orang tua untuk optimalisasi kecerdasan sang buah hati.

Otak merupakan organ kompleks yang mengatur koordinasi dalam organisme, baik pola interaksi dalam dirinya sendiri maupun interaksi dengan lingkungan diluar. Ekspresi genetik mempertunjukan otak yang melakukan berbagai fungsi internal perkembangan. Sedangkan stimulasi dan nutrisi merupakan pola eksternal individu untuk memfasilitasi pengoptimalan fungsi dari  otak tersebut.

Stimulasi adalah pemberian rangsangan yang dilakukan untuk memaksimalkan peran semua sistem indera, salah satu contohnya pendengaran. Pada saat kehamilan berusia 20 minggu, bayi sudah mulai dapat mendengar. Musik adalah salah satu bentuk stimulus yang baik dan disarankan untuk perkembanagn otak anak. Stimulus berupa rangsangan suara pada anak diharapkan untuk terus berlangsung. Namun perlu diperhatikan bahwa lingkungan sekitar yang terlalu auditif dapat menimbulkan respon yang tidak baik. Bayangkan saja seorang anak yang hidup dalam lingkungan dengan kompleksitas suara tinggi, misalnya suara orang bersahutan bercampur dengan dentuman musik yang menghentak. Ia sudah pasti akan mengelami kesukaran dalam menentukan sumber suara. Penelitian dari Universitas Kyoto Jepang, menemukan bahwa anak-anak yang secara konsisten terkena kebisingan memiliki nilai yang lebih rendah pada tes memori.

Pada periode tahun pertama anak, stimulasi verbal merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan bahasa. Dalam penelitiannya, Walraven (1973) mengungkapan bahwa ternyata bayi-bayi yang sering diajak bicara oleh ibu mereka dengan menyebutkan nama benda-benda sekeliling ternyata mendapatkan suatu tingkat perkembangan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Perkenalan terhadap bahasa asing pada anak dalam usia dini juga sangat baik untuk meningkatkan fungsi multi tasking pada otak mereka.

Stimulasi yang diberikan pada anak harus bervariasi seiring bertambahnya umur mereka. Ketika stimulus yang sama selalu diberikan, pada waktu tertentu anak akan mengalami pengunduran ketertarikan. Peran orang tua dan lingkungan tempat tinggal anak dituntut untuk bertindak secara kreatif dan cerdas menyikapi tuntutan ini.

Nutrisi juga faktor penyokong yang tidak kalah penting dalam tumbuh kembang sang anak. Otak sebagai organ fungsional memerlukan asupan yang tidak sedikit. Jenis makanan tertentu dapat diberikan untuk membantu seperti ikan salmon, kacang-kacangan, dan telur. Selain itu, susu merupakan sumber nutrisi yang tak terhitung pentingnya dalam perkembangan anak.

Dalam jaman modern ini, tuntutan akan gaya yang serba cepat menuntut adanya perubahan gaya konvensional ke moderen. Seperti bergesernya peran ASI yang digantikan dengan susu formula dengan pertimbangan kepraktisan. Formulasi pada berbagai susu formula diharapkan mengandung berbagai bahan yang mencukupi kebutuhan nutrisi otak anak. Salah satu komposisi susu formula yang penting adalah mengandung DHA dan ARA. Menurut Cecep Fathoni, empat studi klinis yang dilakukan terhadap bayi dan anak, dimana terbukti secara klinis bahwa pemberian nutrisi dengankadar DHA 17mg/100kkal dan ARA 34mg/100kkal pada bayi dan anak meningkatkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), meningkatkan kemampuan verbal (verbal IQ), dan meningkatkan perkembangan mental.

Sekali lagi peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam upaya memaksimalkan tumbuh kembang anak sangat penting. Anak-anak adalah pemain baru dalam dunia ini yang masih butuh banyak bimbingan dan introduksi dari para pendahulunya, yaitu kita. Kecerdasan bukanlah semata karena genetika saja namun adalah hasil usaha kita untuk mengembangakan apa yang sudah dianugerahi Sang Pencipta.  Selamat berusaha.

4 thoughts on “Kecerdasan Anak: Kompilasi Antara Genetik, Stimulasi dan Nutrisi

      1. Benar om. karena ada kecerdasan bukan cuma secara akademis sja. taapi setidaknya kepintaran akademik sedikit membantu om. menurut aku sih.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s