Terimakasih Budi!

Ini yang bisa kuperoleh dari gambar keluargamu Bud! (disadur darihttp://koleksibarangdjadoel.blogspot.com)
Ini yang bisa kuperoleh dari gambar keluargamu Bud! (disadur darihttp://koleksibarangdjadoel.blogspot.com)

Dear Budi,
Kamu pasti seorang lelaki yang tidak mengenaliku.
Apa kah perlu? Nanti aku beritahu selanjutnya.
Tapi aku mengenalmu dan seluruh keluargamu, semenjak duduk di bangku kelas I sekolah dasar.
Aku tak pernah tahu apa margamu, dari mana kamu bersal atau dimana kamu tinggal.
Yang pasti, kamu dan seluruh keluargamu sangat terkenal saat itu dan beberapa saat setelahnya.
Nama kalian terpampang di buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia.

You Rocking Bud! You are a legend from my childhood🙂

Bud, , , ,
Bolehkan aku menyapamu begitu? Bolehlah ya, ya, ya :’) [senyum paling manis]
Akhir-akhir ini aku gelisah bahkan kemarin malam agak susah tidur.
Ternyata setelah ditelusuri aku lupa makan, lapar!
Aku berlari membeli nasi goreng plus telor ceplok segera di depan kos.
Pada kertas koran yang membungkus nasi goreng nan berjasa itu, tercetak besar-besar namamu.
Yah, namamu Budi! Aku langsung teringat buku-buku jaman itu, lalu kemudian kamu.

Bagaimana kabarmu Bud? Ayah dan ibumu sehat-sehat saja bukan?
Lalu Ani kakakmu bagaimana kabarnya juga?
Kakakmu ada berapa sih? Wati dan Iwan itu saudaramu juga bukan?
Kamu sekarang ada dimana? Posisi? Punya twitter, FB atau blog mungkin?

Hmm, Aku penasaran melihat seperti apa wajahmu sekarang.
Terakhir kali gambar wajahmu hanya tercetak hitam putih saja, tak begitu jelas Bud.
Apakah kamu orang Ambon, Kalimantan atau blasteran sunda – prancis? Aku tak mengerti
Kemudian tolong jangan katakan padaku, kau memilih untuk menempuh jalan hidup seperti Peter-pan dan nobita yang tak pernah menjadi dewasa.
Tidak ada salahnya menjadi orang dewasa.
Oke, oke, memang sedikit ribet jadi orang dewasa Bud, tapi itulah saat yang tepat untuk kamu benar-benar merasakan hidup.
Banyak dari mereka yang sejak kecil terkenal masih terkenal sampai dewasa kok.
Aku sangat yakin kamu juga pasti bisa bahkan lebih dashyat gaungnya.

Aku dulu kadang-kadang marah kepadamu Bud! Kehadiran mu di dunia perbukuan bertahun-tahun silam begitu fenomenal.
Karena kamu, ya kamu Budi!!!
Nama-nama lain tak tersebut di buku-buku pelajaran SD  dulu, termasuk namaku yang indah ini . Huh (¬˛ ¬۵)
Tetapi sudalah Bud, mungkin itu berkatmu, bagianmu, peranmu.
Mungkin namamu mudah dilafalkan oleh seluruh siswa kelas 1 di seantero Indonesia pada waktu itu.
Aku tidak ingin membalasmu, sebab mungkin kamu juga melakukan itu karena keterpaksaan.
Segala sesuatu kan mungkin yaa..

Dan yaay!!! Aku dan mereka sudah mahir membaca serta  menulis bermula nama yang sederhana itu.
Terimakasih yaa. Terimakasih banyak untuk kamu sekeluarga🙂
Ini surat cintaku untukmu Bud! Surat intro lah.
Aku harap kamu membalas agar aku bisa mengenalmu lebih jauh.
Semoga kamu belum menikah deh.

Budi, yang namanya ada di buku-buku SD jaman dulu, (buku-buku SD sekarang aku tak pernah lagi baca Bud).
Sekian dulu ya suratnya. Hari sudah semakin gelap!
Terimakasih sekali lagi dan menanti balasan dari mu🙂
(mention dunks! :p)

xoxoxoxoxo,
-Your Big Fan-

Depan komputer dan sekotak kenangan – 20 Januari 2013-

P.S : Waktu dulu udah kepikiran go international belum Bud???

14 thoughts on “Terimakasih Budi!

  1. Budi, ini wati lagi dikantor polisi, kirimin pulsa 10rb.jgn nelp lagi di borgol, nanti wati yg nelpon…xixixi….budi the legend….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s