Kunang-kunang Hitam

Hei kunang-kunang  terindah,,,
Sedari pagi aksara-aksara tentang kamu bermain di kepalaku, tak ingin pergi sedikit pun. Mengapa?
Aku putuskan menulis surat ini! Karena kita sudah lama tak saling menyapa.
Ku tulis surat ini saat senja hampir turun merajai langit.
Hari ini tidak ada mentari merah bulat kegemaranmu sayang.
Jikalau aku ganti dengan setangkai permen lolipop strawberry kamu masih mau kan?
Mereka sama-sama dramatis dan manis kok.

Kunang-kunangku, sayapmu baik-baik saja kan?
Aku takut kau tak bisa lagi terbang ke padang rumput di kaki gunung itu.
Disana udaranya memang membawa kedamaian paling hakiki
Namun jangan khawatir, padang hati ku selalu bisa kau singgahi kapanpun kau mau
Di sini, dihatiku, tersedia dasar dari kedamaian yang orang-orang sebut dan cinta.
Cinta yang luar biasa untukmu

Hmm, aku rindu kamu!!!!
Tak ada yang bisa meredam rasa rindu yang terasa selain sebuah pelukan
Namun kini kau berjarak berjuta-juta tahun cahaya dari titik ku berada
Kapan kau kembali kunang-kunangku?
Cahayaku sebentar lagi meredup dan hanya kau yang tahu bagaimana cara menerangkannya kembali.

Mentari senja akan kembali seperti semula beberapa hari lagi. Cepat kembali.
Bulan purnama akan segera tiba!
Oh iya, titip salam buat Jessica :p

21 Januari 2013 – dalam kata-kata ini aku memelukmu erat-

With Love- Bintang Timurnya kamu

5 thoughts on “Kunang-kunang Hitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s