Bintang Menjadi Segitiga

Dear bintang paling redup beberapa malam kemarin!

Semoga kau baik-baik saja di manapun kau singgah hari ini.
Belakangan ini banyak hal yang harus diputuskan.
Ya atau tidak, pergi atau tinggal, terus berjalan atau berhenti.
Seperi yang pernah aku katakan padamu, tidak ada yang benar atau yang salah dalam sebuah pilihan.
Semuanya hanya masalah sudut pandang saja.
Entah kau masih mengingat perkataanku atau tidak. Hah, sudahlah!Mungkin kemarin-kemarin aku terlalu bersemangat untuk mengejar pagi.
Apakah aku harus minta maaf??
Malam tadi aku merenung dan mencoba merengkuhmu dalam pandanganku.
Ternyata bentukmu semakin mengarah manjadi Segitiga.
Kau menjadi jelas sangat tidak jelas.
Tapi mungkin seharusnya seperti begitu adanya agar aku punya keberanian hinggap pada titik ini.Titik untuk berhenti dan berharap semua akan baik-baik saja.

Titik yang sebenarnya paling sulit untuk ku lengkapi dalam cerita tentang langit namun harus!

Aku akan berlari. Berlari dengan tanda seru.
Aku membawa diri pergi karena aku lebih mencintai waktu dan bumi.
Dia yang disudut langit pasti menghujanimu dengan kasih yang lebih.
Oh, aku tak lagi suka es krim😦
Sampai jumpa lagi di galaksi selanjutnya. Kuharap kau memenuhi janjimu.

4 thoughts on “Bintang Menjadi Segitiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s