Lelaki dari Masa Kecil

Kepada tuan berlesung pipit!

Selamat sore kamu wahai seseorang yang telah ku kenal sedari delapan belas tahun yang lalu.
Aku yakin kau pasti baik-baik saja dan selalu akan begitu.
Memang sedikit gamang membicarakan soal kepastian denganmu. Sudah sekian lama kau bahkan tak pernah bisa memastikan.
Mungkin bibirmu terlalu kaku untuk berkata atau sejuta alasan lain yang tak pernah bisa kau utarakan.

Sebenarnya aku merasa sedikit melankolis saat bertanya “mau dibawa kemana semua ini??”
Namun aku sudah tak bisa hidup lagi dalam cinta yang mendayu-dayu dan tak tahu apa yang akan dihadapi besok hari.
Aku butuh jawaban yang rasional, Ya atau Tidak!

Kadang rasa bersalahku sangat besar.
Apakah memang cintaku selalu tak pernah cukup untukmu?
Apakah jarak lebih berarti dari setiap pengorbanan, air mata dan pelukan?
Setelah sekian lama kita bersama kau bahkan tidak bisa bilang apa-apa.

Aku menulis surat ini karena aku tak ingin lagi berbicara atau sekedar mengirim pesan teks denganmu.
Aku pergi untuk memaafkan diriku sendiri yang mungkin terlalu memaksamu untuk membuat hal yang tak pernah bisa kau lakukan.
Aku pergi mengumpulkan kembali kekuatan untuk kembali berbicara denganmu tanpa lagi tuntutan-tuntutan klasik yang selalu kau anggap bodoh.
Aku pergi untuk melepasmu.

Maaf, maafkan segala kepengecutanku ini. 

 

Dari,

Seseorang dari masa kecilmu yang masih mencitaimu

 

P.S : Akan ku berikan surat ini suatu saat

9 thoughts on “Lelaki dari Masa Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s