Pelangi dalam Sepotong Gulali (Part 6)

Sebelumnya di  (Pitaloka89)

***

Sudah satu jam Andrian terpaku didepan layar laptopnya.
Tak ada satu kalimat pun yang telah berhasil dirangkainya, padahal ide sudah berkeliaran hebat sedari tadi.
Kopi buatannya pun telah tandas tak bersisa.

Di dalam pikirannya berkelibat bayangan Dara, gadis manis yang ditabraknya tadi siang.
Sambil termenung, sesekali senyumnya mengembang membayangkan detik-detik yang dilaluinya bersama gadis dengan sepotong gulali itu.
Tapi Andrian sama sekali tak bisa menuangkannya dalam tulisan. Aneh, tak seperti biasanya.

Dering telepon genggam Andrian kembali berbunyi. Nadia, nama yang kembali tertera di layar.

“Hai Nad,” terdengar suara Andrian memulai percakapan

“Hai, maafin aku ya sayang. Tadi siang kita bertengkar hanya gara-gara masalah sepele!”

Andrian hanya menghela napas mencoba mencerna sebab pertengkaran siang tadi.

“Aku merasa gugup dan khawatir tentang acara pertunangan kita, Andrian. Satu bulan lagi itu bukan waktu lama dan belum semuanya beres” Nadia menimpali lirih.

Maafin aku juga ya, tadi siang banyak urusan sampe gak bisa temanin kamu nyobain menu”

“Iya. Pokoknya kita jangan bertengkar lagi ya sayang. Janji gak akan marah lagi” Ujar Nadia Manja.

Setelah membahas beberapa masalah pertunangan, mereka berdua mengakhiri pembicaraaan ditelepon dengan ucapan “I LOVE YOU”.
Ritual yang sudah mereka jalani selama tiga tahun terahir.

***

Sudah seminggu ini Andrian bangun dengan terkaget-kaget. Bukan karena teriakan penjual sayur atau alaram HP, tapi karena bayangan.
Ya, bayangan Dara yang tiba-tiba saja sudah menghampiri pikirannya sejak Ia membuka mata.
Bahkan hal itu berlangsung sepanjang hari dikantor, saat-saat Ia bertemu Nadia dan keluarga besarnya untuk membereskan hal-hal mengenai pertunangan hingga kala ia hendak menutup mata.
Gadis itu seperti berada dimana-mana, padahal sudah seminggu ia tak lagi berjumpa dengan Dara.

Pagi ini Andrian segera meminum segelas air putih sesaat setelah bangun, berharap bayangan si gadis gulali itu akan segera beranjak.
Tapi sia-sia saja, malah bertambah hebat sepertinya.
Suara Dara mulai bersenandung dikepala Andrian lengkap dengan senyum dan tatapan teduhnya.

“Hah!!” Andrian berujar seraya menghempaskan tubuhnya kembali ke atas tempat tidur.

“Kenapa sih aku?” Ujar Andrian mengusap-usap wajahnya sekali lagi.

Saat sedang menikmati makan siang, lamunan Andrian tentang Dara telah bersanding mesra dengan wajah Nadia, gadis yang dipacarinya sejak tiga tahun lalu.

Andrian pertama kali bertemu Nadia di acara konser musik tahunan.
Nadia adalah teman dari sepupu jauh Andrian, Jeira.
Ternyata benih-benih cinta yang hadir sejak itu berhasil tersemai indah hingga kejadian satu minggu lalu.
Hingga si gadis gulali itu memberikan racun manis di otak Andrian.

Pernah suatu ketika saat pulang dari kantor terlintas niat untuk mengunjungi Dara di rumahnya.
Namun cepat-cepat Andrian mengurungkan niatnya.
Ia terlalu takut terperangkap dalam manisnya gulali padahal janji dan komitmen sudah terucap sebelumnya.

Andrian merasa alam semesta benar-benar mempermainkannya kali ini.

***

Disudut sore berhujan, Dara sedang menikmati gulali kegemarannya. Kali ini tak ada Rara dengan celoteh riangnya. Hanya ada Dara, gulali, hujan dan lamunannya.

Rasa hangat menjalari tubuh Dara saat pikirannya terhenti disosok laki-laki yang menghancurkan gulali kegemarannya minggu lalu.

Lelaki itu, Andrian, bukan hanya telah memendarkan warna indah gulali di udara, ia juga sangat sukses memendarkan warna-warna indah di hati Dara.

Sore yang dramatis dengan kaki-kaki hujan menyapa tanah lalu ada Dara dengan rasa rindu yang berserakan di mana-mana.
Ia ingin bertemu Andrian.
Sungguh ingin!

***

Next On j4uharry 

-baca ketentuan-

25 thoughts on “Pelangi dalam Sepotong Gulali (Part 6)

  1. Mav ya baru sempet koment.
    Net kantor lagi rusak, hehe..

    Revisinya di format awalnya aja mba, miranya di delete, pitaloka89 aja.😀

    Ceritanya okeh, tapi makin complicated ya, padahal udah nyaris ending, hihi..

    Next season ikutan lagi ya mbaa..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s