Home Soon!

Paris, 2013 – Sebagai balasan suratmu

Kepada sang pencinta Latte,

Dengan malam-malam penuh yang kulalui, aku masih baik-baik saja di sini sayang
Aku harap kau juga baik-baik di sana.

Hari ini tampaknya seperti biasanya.
Lalu sambil menyesap aroma kopi yang kau kirim bersama suratmu, rembulan  menyapaku.
Tapi  kali ini cahanya tak lagi menggemaskan seperti biasanya karena kerinduan ku padamu begitu tak beraturan.
Aku memesan vanila latte dan pancake dengan toping maple syrup  kegemaranmu.
Itu pilihan santapan malam yang keliru!
Setiap sesapan latte dan remah pancake yang kunikmati semakin mengingatkan ku padamu.
Ah, sayang….
Andai  saja tanggung jawab itu tak berarti apa-apa.

Aku ingat suara  renyahmu saat mendendangkan toxic-nya Britney
Lalu bagaimana dengan manjanya kau meminta aku membuatkan secangkir teh Jahe saat kau kehujanan
Aku merindukan meja vintage biru kita dan semua obralannya
Aku rindu aroma latte yang berpadu nikmat dengan parfummu

Aku harap saat ini  kau dan meja vintage biru kita bisa ada sini.
Aku sangat kesepian diriuh kota ini.
Tapi itulah jalan yang harus kita tempuh sayang!

Perjumpaan kita sudah tak lagi lama sayang.
Aku akan pulang, aku janji.
Aku akan segera pulang.

Kehadiranmu disisiku memang selalu lebih dari cukup, embun pagiku.

Dari Lelaki yang mencintamu sepenuh jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s