Before Ring

Infinity Ring - Need now.
Sayang,
Tadi pagi matahari bersinar begitu indah. Aku pergi ke taman bermain di sudut kota.
Anak-anak tertawa riang dan suasana begitu ramai. Namun aku mendapati diriku terserang kesunyian tingkat akut.
Tak ada lelaki yang menawarkanku arum manis seperti biasa.  Tak ada yang mengerutkan kening saat aku tertawa nyaring.
Tak ada tangan yang merangkul mesra pundakku. Tidak ada kamu disisiku sayang.

Matahari terasa tak lagi bersahaja.
Aku rasa sudah tiba waktunya untuk kita duduk bersama tanpa ada lagi saling membuang muka.
Setelah sekian hari kita lewati dengan pertengkaran konyol mengenai warna pastel atau putih gading, puding cokelat atau rainbow cake lalu warna tuksedomu.
Sungguh, aku merasa semua pertengkaran yang terjadi ini sangat konyol.
Aku minta maaf untuk sikap ku yang terlalu berlebihan.

I got panic attack babe!  I’m freaking out about those things ! I’m so so sorry!

Lelakiku,,,
Aku yakin kita melewati beberapa hari kedepan dan puluhan tahun setelah hari-hari itu.
Ya, Kita! Bukan Kamu atau lagi Aku.
Kita yang akan terus berpegangan tangan hingga malam dan siang bertukar tempat.
Kita adalah yang aku mimpikan di hari senjaku.

Kutunggu kau hadir malam ini di tempat dimana cupid dan andromeda pertama kali berdansa.
Aku merindukan KITA.

P.S: Thank you for the red roses and creamy soup in my front door in the morning. I Love You 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s