Siluet II

Ada siluet yang mengerjap disela mataku
Ya, itu kamu! Kamu.
Bibirmu yang indah menari-nari di rinai hujan
Ya, itu kamu! Bibirmu.
Lututmu yang kau goyang tak berubah arah
Ya, itu kamu! Lututmu.
Bagaimana aku bisa tidak mengenalinya?

Atas nama matahari kita berjanji
Akan menciptakan senyuman di lekung pelipis malam
Tapi siluet akan berkhir setelah terang terpukul kegelapan
Kita dan janji matahari kita akan mati
Dan tidak lagi punya gairah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s