Menyalibkan Rasa

Expression – What do you think in her minds? Nothing? Really? You just predict.

 

Pagi ini tak ada rasa kantuk yang harus di hilangkan matahari seperti biasanya
Maupun rasa lapar yang mesti ditebus dengan semangkuk oatmeal.
Aku telah melupakan rasa badaniah itu barang sejenak kini.

Saat ini.
Saat pelangi meliuk mesra di punggung pagi, rasa yang tersisa hanya lah soal batin.
Soal tiga rasa yang seharusnya disalibkan terbalik, soal Kecewa, Rindu, Kasmaran.

* Menyalibkan KECEWA
Salibkan, salibkan kecewa yang menggerogoti keberanian pagi ini.
Salibkan pada akar-akar harapan yang masih tersisa.
Salibkan lalu akhiri dengan tandaseru! Karena selalu ada pagi ketika malam berakhir
Selalu ada yang datang ketika ada yang pergi.

** Menyalibkan RINDU
Rindu yang berserakan di udara, ku simpan rapat-rapat di kantong pelipis.
Aku bukan penyanyi  yang akan bersorak merdu di telinga mu tentang rindu.
Rindu ini terlalu berbahaya jika diujar bahkan dengan alasan paling mulia sekalipun
Aku menyimpannya rapat-rapat dalam kantong pelipis.
Disana kau tahu ada otakku yang merindukanmu walau oksigen semakin tipis

*** Menyalibkan KASMARAN
oh, shiitt! Pipiku memerah saat kau mengusap ujung jariku.
Katakan padaku bagaimana kau bisa setenang itu merangkul mataku di dadamu
Ajarkan aku, ajarkan!
Ajarkan aku menyalibkan perilaku kasmaran pada sebuah keteduhan tiada bertara.
Aku ketahuan sedang kasmaran- sangat ketahuan.

Salatiga- pagi ini dengan kekuatan yang tersisa

9 thoughts on “Menyalibkan Rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s