SMS – Happy Sunday

Suatu ketika beberapa tahun lalu saya mendapat sebuah SMS berisi ucapan selamat hari minggu.
Saya waktu itu begitu takjub dengan kata-kata dalam SMS itu, karena memang merupakan metafora yang nyata.
Saya tak tahu apakah sang pengirim SMS menyusun kata-kata sendiri atau mengutip dari siapa.
Yang saya tahu, kata-kata itu telah berhasil menjernihkan pikiran saya hingga sekarang

Siang ini baru saya tahu, ternyata isi sms beberapa tahun itu merupakan penggalan sajak Kao Chung Ming, seorang pendeta Presbiterian Taiwan. Sajak ini pernah dimuat dalam majalah World Council Of Churches.
Berikut adalah isi keseluruhan sajaknya:

Jalan Allah*

Aku meminta Tuhan setangkai bunga segar
Namun Ia memberi kaktus yang jelek dan berduri
Aku meminta Tuhan beberapa ekor kupu-kupu
Namun Ia memberi ualt menjijikan
Aku terpukul, kecewa, sedih
Tetapi beberapa hari kemudian 
tiba-tiba
Aku melihat kaktus itu berbunga dengan bunga yang begitu indah
Dan ulat itu berubah menjadi kupu-kupu
Indah mempesona
Terbang dalam angin musim semin
Jalan Allah adalah baik

Jika saya tidak pernah membaca buku yang memuat informasi diatas siang ini, saya tak akan pernah tahu penggalan pesan teks yang saya terima merupakan karya Kao Chung Ming.
Saya juga tak akan tahu bahwa ia menulis sajak ini atas pengalaman pribadinya.

Well, ternyata membaca hal yang sangat penting bukan? Membaca buku apalagi.
Di era yang semakin virtual ini,  semua informasi seakan tumpah ruah di jagad maya.
Semua tampak sempurna dan tak bercela.
Namun tidak semua hal ada disana. Semua hal tidak  selamanya tampak sempurna dan tak bercela.

Untuk itulah buku dan semua media cetak hadir.
Untuk membuktikan bahwa masih saja ada kegagalan yang harus di perbaiki walaupun butuh pengorbanan.
Informasi virtual bisa di edit kemudian jika salah tulis. Namun kalau salah cetak buku atau koran, mau apa?
Paling-paling ditarik kembali atau di beri informasi ralat pada edisi selanjutnya.
Ya, syukur-syukur tidak dikuti cacian dan komplain yang berlebih dari pembaca!

Kita memang harus kembali ke dunia nyata dan sadar betul bahwa jalan hidup tak sesempurna yang dibayangkan.
Selalu ada maksud di balik setiap hal yang terjadi.
Seperti buku yang masih saja eksis ditengah dunia yang bertutur dalam sekali sentuh.
Ia ada dengan sebuah tujuan untuk memenuhi informasi yang tidak kita dapat dari internet.
Buku yang menyadarkan bahwa dunia maya hanyalah sebuah bingkai dalam rumah bumi tempat saya berpijak.

Sekali lagi terimakasih ya om Andar, Ah, kalau saja saya membaca bukunya om yang ini dari beberapa tahun lalu.
Saya pasti tidak akan memuja-muja internet seperti kemarin pagi!
Jalan Allah memang baik mempertemukan saya dengan buku ini.

Salatiga, 17 Februari 2013 – Selamat hari minggu di dunia nyata!-

*sajak disadur dari buku Selamat Mewarisi – karangan Andar Ismail

2 thoughts on “SMS – Happy Sunday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s