Keabadian

Pada purnama pertama
Bersama akan kita jemput keabadaian
Lingkar-lingar rambut ikalmu yang kini terasa lebih akrab
Menuang kesejukan pembasuh benci
Kita telah sama-sama lelah berlari diatas kaki-kaki tunggal
Yang bisa saja sesekali terputus tanpa ada yang menopang

Katamu keabadaian adalah saat ku gengam tangan mu
Didepan senja yang adalah altar paling sempurna untuk kita

Bagiku keabadian adalah hal selamanya
Ketika aku menatap wajah yang sama setiap aku hendak tertidur dan bangun
Itu wajahmu
Keabadianku adalah kamu

 

17 thoughts on “Keabadian

  1. Masya, you’re so romantic.
    Ayo, kapan ajarin aku nulis romantis? Hihi. *still craving for your choipopan*

  2. aahhhhhhhh so sweet. suddenly melted after read this post :’) dan tentang ‘rambut ikal’ nya… emm, i wish my bf read this post also. LOL.
    dan nantinya ‘keabadaian adalah saat dia gengam tanganku di depan altar pernikahan’ mba masya bikin meleleh nih >,<

      1. stop spamming here mba! kita udah cukup mengotori fb twitter dan blog dengan komen ga jelas haha. kayak polusi. anyway bagus tulisannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s