A Letter From Nay

Brisbane,  5 Maret 2012

Happy Maret and Happy Birthday 25th to You, My Dear.

Satu tahun sudah kita berpisah. Ada banyak hal sepertinya yang terlewatkan untuk ku tanyai lewat pesan singkat dan video call. Email? Kita sudah sepakat sedari awal untuk tidak saling berkomunikasi lewat media yang katamu akan memperparah rasa rinduku terhadap rumah! Ugh- kamu curang-.
Ini bukan surat elektronik sayang! Jadi bacalah dan jawab aku secepatnya.

Aku tahu, aku tahu. Ketika surat ini sampai di tanganmu, bukan lagi tanggal 5 Maret. Aku bahkan menulis surat ini setelah menyudahi pertemuan virtual kita yang singkat lewat skype.
Akh, rinduku masih saja menggantung di sudut malam ini Reza. Andai saja udara malam berbaik hati melenyapkan mereka. Jangan kerutkan keningmu- Jelek tau!

Za, apakah cat di kafe di sudut jalan itu sudah berubah? Sudah tiga tahun sejak berdiri mereka tak pernah menggantinya. Tapi aku suka. Catnya yang biru langit selalu menenangkan.
Lalu penjual arum manis itu masih betahkah dia di bawah pohon rindang taman kota? Arum manis terasa semakin manis kala dia yang menjualnya. Semoga ia masih tetap di situ hingga aku kembali.

Bagaimana kabar ksatria hitammu?  Kemarin sore disini, ada yang mengendarai jeep persis seperti punyamu.
Aku langsung teringat sang Ksatria hitam. Semoga dia selalu rajin kau mandikan.
Aku rindu menikmati duduk nyaman berkilo-kilo meter bersama hembusan angin diatasnya sambil melirikmu sekali-kali.

Segenap orang dirumah mu ku harap semua dalam keadaan sehat-sehat saja.
Kak Chacha dan taman bacaannya yang baru apa kabarnya? Sudah sebulan dia tidak membalas emailku, mungkin terlalu sibuk ya Za?  Aku rindu cerita-cerita bersemangatnya tentang kecintaannya terhadap anak kecil dan membaca. Aku senang akhirnya, she make her dreams happen and make me on fire again. Dalam tatapan pada dedauanan yang berguguran sekarang, aku lebih rindu pada secangkir cokelat panas buatannya. Masih saja tak bisa ku yakinkan diriku kalian itu bersaudara Reza. Hahaha. Salam hangatku untuk mereka semua.

Oh iya, bagaimana kabar Rangga? Terakhir kali dia bercerita sedang mengurus pertunangannya dengan Dzalika. Aku tidak sabar pulang dan bertemu dengan kekasihnya yang kata Rangga punya tatapan mata yang melelehkan setiap desah nafasnya. Teman kecil kita itu sudah dewasa ya ternyata  :).

Dan Reza, bagaimana kabarmu di dalam hari-hari satu per empat abad mu?
Jarak ini semakin cepat saja membengkakan rinduku. Aku rindu saat kau mengacak-acak rambutku, rindu cara tawamu saat berhasil mengerjaiku. Aku rindu semuanya tentangmu. Tapi aku sungguh menikmati segala kesengsaraan ini. Aku semakin menghargai setiap detik kita berkomunikasi. Aku izinkan rindu ini merasukiku sampai sebuah pelukan darimu melepaskannya.

Aku selalu menantikan hari itu tiba Za. Hari dimana alam semesta menarik-narik kita ke suatu tempat yang sama. Aku bersyukur telah dipertemukan denganmu. Kita bukan garis yang sengaja bertabrakan, namun kita berjumpa dengan sebuah maksud yang sekarang ku yakini adalah cinta.

Kamu selalu bilang, “Everybody is someone home”. Yeah, I know. And You are my Home. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku disini. I Promise You every thing is gonna be fine! Don’t ever give up on me. I’ll be back soon to my home.

Once again – Happy birthday My Reza Awanda- I wish nothing but all the best for you darling.

A thousands loves and kisses

Karmelia Naylana

P.S: Kunanti surat balasanmu sesegera mungkin. Disini aku jarang terserang flu, jadi tolong sertakan udara Jakarta beserta surat itu.

Surat ini tertulis, sebagai bagian awal dari cerita kolaborasi yang pernah ditulis bersama Uni Dzalika. Ah, entah kenapa aku begitu ingin menuliskan dan bercerita tentang Nayla dan Reza.

28 thoughts on “A Letter From Nay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s