Hari ini Pagi

Kopi pertama di pagi ini sungguh terlambat disesapi. Aku belum sedikitpun menyentuhnya.
Beberapa menit lagi jam makan siang. Namun orientasi waktu dalam otakku ini masih pagi.
Sungguh sebuah keterlambatan pemikiran yang mengada-ada.
Di luar sana, hujan memukul kencang tanah. Entah apa salah tanah-tanah lemah itu.
Tanah itu, cuma bisa diam dan hening, mirip otakku yang sedari tadi cuma diam hening dan mau saja percaya ini masih pagi.
Otakku dipukul-pukul hujan. Hujan resah yang terlalu kompleks.

Biar saja hari ini tetap menjadi pagi untukku.
Tak ada siang, senja, bahkan malam.
Indah bukan jika mentari terik, senja memerah dan rembulan di pagi hari?

Hari ini akan sepenuhnya pagi untukku

10 thoughts on “Hari ini Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s