Surabaya pada Suatu Senja

Langit sore di Surabaya ini jingga menawan
Pola awannya menceritakan tentang kisah kita yang berpisah sekian abad lamanya.
Punggung mu dan punggung ku saling bersentuhan tapi tak pernah ada cakap yg tercipta.
Awan makin gelap. Seekor jalak pernah mengabarkan mu mati. Tapi di tepi hari ini masih kulihat wajahmu mematung diudara.
Kau masih hidup, masih hidup.
Ada gejolak membentuk nyata wajahmu
Jalak itu akhirnya mati dalam hatiku

Juanda Airport – 20 Maret 2013

3 thoughts on “Surabaya pada Suatu Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s