Membahasakan Dirimu

Membahasakan dirimu serupa menentukan darimana setetes rintik hujan berasal
Ada gelas-gelas mimpi yang hampir penuh dimatamu
Menggaris langit seperempat bianglala
Aku menimbang-nimbang tapi belum ada jawab yang pasti
Bagaimana sukma bisa begitu terkagum pada raut pikirmu
Yang selalu saja berhasil kau tembang seindah merahnya senja

Membahasakan dirimu serupa pucuk-pucuk cemara yang muncul tak beraturan
Betapa senyap angin menepis segala keraguan
Aku bahkan tak tahu dibagian mana mereka akan muncul

Lalu sampailah pada tepian pagi ini
Ketika angin memeluk cemas raut manja dituturku
Ingin kukemas itu semua dibalik dedaunan
Menyembunyikannya hingga gugur sendiri nanti
Tapi ranting terlalu lantang bercerita
Mungkin telah  kau baca wajahku dengan benar

Masihkah perlu kucoba membahasakan dirimu?

4 thoughts on “Membahasakan Dirimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s