Malam

Malam. Ada remah-remah matahari yang tersembunyi.
Benda-benda malam yang terlambat muncul.
Lalu kita berlari semakin jauh menjadi puisi yang tak bisa diterjemahkan.

Malam. Ada gincu yang dioles keluar garis bibir.
Bisik-bisik mawar pada purnama tentang rindu.
Tangisan berwarna merah, kuning, hijau yang bukan pelangi menenun kenyataan semakin baik
Puisi akan segera diketahui maknanya.
Bisikan yang akan memutus kita: semakin dekat atau jauh.

4 thoughts on “Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s