Pagi, Kamu lalu Aku

Pagi adalah kamu yang merangkulku lewat aksara-aksara terbenam
Berpagut pada matahari yang masih bersembunyi di kakimu
Dan remah hangat yang telah menjalariku
Lalu awan biri-biri yang berlarian
Menindih kesadaran sejati
Yang menghisap kita ke poros mimpi

Kita berjarak bertahun tahun cahaya
Kau dan aku
Mungkin lebih berbeda dari sekedar venus atau mars
Dan entah harmoni apa yang menyatukan kita

Masih kusimpan percakapan kita dalam setitik embun
Tentang indahnya pagi yang kedinginan
Yang selalu berhasil kita jamah lewat sebuah peluk dalam khayal

Pagi, kamu lalu aku
Mungkin hanya bisa dinafasi lewat khayal pada akhirnya
Tapi nyata sepertinya terlalu dekat di pelupuk mata
Lalu apakah kita harus berlari melawan matahri?

Akh!
Aku benci tentang menjadi
Percaya bahwa warna – warni bianglala pada pelangimu itu
Kau gambarkan untukku
Dan sepersekian detik sesudahnya
Mengguatkan diri untuk menjadi percaya
Semua itu bukan untukku

Pagi, kamu lalu aku
Adalah rindu yang berusaha kutumbuk
Kusimpan rapat-rapat dan sesekali bisa ku jenguk
Sebab seperti katamu embun tak akan pernah bersanding dengan raja siang

*ambon~ pada sebuah pagi yang masih gelap*

5 thoughts on “Pagi, Kamu lalu Aku

      1. wih keren mbak masya :’)
        aku juga suka baca mbak, tapi karna nulisnya masih pemula, jadi belum bisa deh kaya kalian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s