Tertahan

Tertahan akhirnya mataku
Pada sebuah tomat yang ranum
Tumbuh subur dipipimu

Juga pada matamu
Bulir-bulir lada hitam bulat sempurna
Tajam
Menembus remang tulang belulang

Izinkan aku tertahan
Senyap pada sosokmu

Ranjau pesonamu menjadikanku
Serupa cangkir kopi yang setia mematung
Hingga tetes hitam itu akhirnya musnah

Senyap dan senyap
Tertahan padamu

~ puisi ini diikutkan dalam #puisihore2. Dengan tema “Makanan”~

6 thoughts on “Tertahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s