Cangkang Kehidupan

image
Salvador dali painting- geopolitical child watching the birth of the new man

Kitab dongeng para tetua bertutur tentang cangkang penyimpan embrio Nuh —

Selusin kepak mendarat di remah tanah
Menyulam tubuh pencari keabadian; pencari kehidupan baru terjanji, menjadi doa pengharapan setiap para bocah.

“Tunjuk satu daratan!” jerit wanita papa.
“Hentikan bandang lendut dari langit mentega, seseorang pasti tahu hal ini.”

Lalu ada hidup beranak-pinak dalam satu daratan.
Mengais waktu menikahi bumi dengan setia

Tetapi luntahan janji-janji si tuan kuning bermata kuning, makin menjulur menggapai leher-leher amarah
Kemudian henyak lelah terperangkap dalam pigura keegoisan
Tak bisa lari

Ada harap telanjang angkasa tentang bumi yang semakin sakit
Karena tumpah darahnya pada alis mata seekor jalak

Lalu peri bersorak sendu

“Berhenti rajam tanah dengan riuh! Berhenti! Karena tetumbuhan sebenarnya lekuk-lekuk di kelopak matamu
Dan hewan adalah darah yang mengalir dalam nadimu.”

Dan hening.
Yang mengecap manis menjahit ujarnya
Yang mengecap pahit sibuk merapal kutuk
Diterakan tanda tanya pada kening
Adakah ibu Bumi meluap angkara lagi?

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh baik. *)

*) kutipan kitab Kejadian 1

Tulisan kolaborasi dengan @_bianglala

#Puisihore2. Tema; Bumi.
Tantangan : memuisikan lukisan Salvador Dali

Posted from WordPress for Android

11 thoughts on “Cangkang Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s