Sisa Hujan dan Cerita Tentangmu yang Turun

Hujan dan kamu adalah komposisi yang sempurna. Kalian begitu dekat. Aku bahkan begitu jauh darimu. Aku berpijak disini, di bumi. Kalian berasal dari atas sana, jauh. Sungguh jauh.

Ada beberapa hal yang mengikat kamu dan hujan begitu erat. Tak pernah bisa dipahami seutuhnya.

1. Kamu selalu mendapat hadiah dari Hujan.
Kiriman Flu. Ya flu akan menyerangmu jika basah karena hujan. Aku benci itu. Bukan karena aku harus merawatmu, tapi karena kau harus merokok agar flu mu hilang. Segala obat-obatan tidak lagi mempan bagimu dan rokok menthol adalah penyembuh yang paling ampuh.
Aku menyerah melarangmu.
Kau keras kepala dan bertambah parah jika sedang flu karena dibumbui dengan uring-uringan hebat. Semua itu memang tak seberapa dibandingkan uring-uringanku jika sedang merindukan dirimu. Tapi ya bagaimana lagi, aku khawatir merokok memperburuk kesehatanmu nantinya. MakanyaΒ  aku selalu berdoa agar kau jarang berjumpa hujan.

2. Kadang kau datang tiba-tiba seperti hujan.
Aku hanya bisa mematung jika kau muncul dihadapanku tiba-tiba. Padahal pesan teks yang seharian ku kirimkan tak satu pun kau balas.
Kau memandangku tajam lalu hanya menggeleng kepala. Isi pesan teks seorang wanita jika sedang uring-uringan, ya begitulah. Tak usah dibahas.

“Banyak kerjaan lalu kau bercerita panjang lebar tentang harimu”

Aku hanya cemberut (ini ekspresi yang semestinya tak ada) lalu kamu tertawa terbahak-bahak (Ekspresi macam apa itu?)

Kadang kau datang bukan juga karena pesan-pesan teks yang tak sempat kau balas, tapi karena rindu katamu. Kau hanya datang beberapa menit saja, bertanya aku sedang apa, lalu pergi.
Itu apaaah???

3. Kamu menyejukan seperti hujan.
Bagaimana mungkin lekung sempurna dipipimu itu begitu sejuk? Kamu sengaja ya tersenyum begitu? Akh… kamu bicara saja sudah nampak sih. Kenapa kamu punya sih?

4. Kamu kadang menyebalkan mirip hujan.
Pernah kan merasa terjebak dalam hujan sementara kita harus pergi ke suatu tempat?
Menyebalkan!!
Kamu sering menjebak aku dengan ejekan-ejekan konyol itu, bersekongkol pula dengan adekku. Apa apaan itu???
Itu menyebalkan karena seringnya aku hanya bisa diam, mengerutkan muka dan berharap kamu bosan.Β 

5. Hujan dan Kita
Kamu awan, aku tanah. Kita begitu jauh . Hujan lah yang mempertemukan kita. Hujanlah yang menjadi penyimpan rindu. Hujanlah yang menjadi penggoda resah. Selusin rintik yang turun selalu membisikan namamu lalu ku kirimkan balasannya lewat angin.

Andai saja menjalaninya semudah menulis ini. Kita hanya terlalu takut mengikat janji dalam bianglala.

Posted from WordPress for Android

32 thoughts on “Sisa Hujan dan Cerita Tentangmu yang Turun

      1. Waktu itu mulai tau baca sejak umur empat taon om. Sejak itu suka karena sering didongengi mama sebelumnya lama2 penasaran pingin baca yg lebh bnyk

  1. Baru bisa baca! Mo manangis baca nona pung tulisan. Sorry kalo terlambat…

    Nona… Bale jua, nyong rindu nona!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s