Tiga Menit

Sore ini aku butuh sekotak coklat. Mungkin berlusin-lusin untuk membantu meredam gejolak yang makin riuh menikam. Hah! Kalau saja rindu itu bisa datang dengan notifikasi terlebih dahulu, aku pasti sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

Mungkin bisa juga sepotong coklat yang kuhangatkan hingga mencair dan kusajikan pada sebuah cangkir mungil yang menjadi penghilang rindu yang sulit kutampung dalam dadaku. Ah, biarkan aku merinduimu tanpa jeda yang menyisa, hingga aku mampu menyelami sorot matamu yang meneduhkan.

Mungkin nampak bagimu semua ini  berlebihan.  Tapi ini nyata, sungguh. Aku seakan bernafas tapi tak tersalurkan udaranya ke dalam dada. Sesak. Sesak karena rindu. Aku tidak minta banyak. Aku hanya minta tiga menit saja dari dua puluh empat jammu. Tiga menit saja untuk membicarakan kau, aku dan kita.

Apa itu salah?

Tolong jangan kau anggukan kepala. Aku tak ingin menjadi salah. Salah karena berharap waktu yang tak begitu lama. Tiga menitku, tak kurang tak lebih, hingga tak sesak lagi dada ini karena rindu yang tak letih. Tak perlu banyak ucap, karena sekata saja bagai jutaan lirik yang menjadi nyanyian yang menyejukkan jiwa.

Mungkin bagimu rindu adalah sepeucuk guratan merah pada sebuah senja yang nanti akan berlalu dilahap malam jika waktunya tiba. Tapi bagiku tidak seperti itu. Rindu adalah semilir angin yang berhembus sepanjang hari.

Kita berbeda ya? Iya, berbeda. Akh mungkin itu yang membuatku rindu kamu. Karena perbedaan itu mampu mengisi sebagian diriku yang kosong. Kamu ya kamu. Aku rindu.

Rindu yang sewajarnya, yang tak perlu kau kira-kira, yang tak perlu juga kau tanya-tanya. Rindu itu kamu yang sudah mengharu-biru aku. Bersiaplah. Iya, kamu bersiaplah dengan rindu yang akan berhamburan, berlompatan seperti semburat senja yang berkejaran dengan purnama. Lalu akhirnya akan terpaku bulat padamu.

***
Tulisan Kolaborasi dengan Meuthia Safira

Posted from WordPress for Android

8 thoughts on “Tiga Menit

  1. Rindu…menggelisahkan memang! Sebuah cangkir mungil yg mencoba menampungnya hanya akan membuatnya retak saja saya pikir, hehe…
    Salam…semoga rindunya cepat terobati ya…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s