Remah yang Tersisa

Ilustrasi Oleh Efi Sri Handayani
Ilustrasi Oleh Efi Sri Handayani

Senja,
Kau meninggalkan sesuatu yang lebih dari sekedar kenangan
Huruf-huruf yang tak pernah bisa kulafalkan dengan baik atau kata-kata yang jarang menjelma arti
Lalu remah-remah penyesalan yang kau suruh aku cepat kebumikan

Kau mahir meninggalkan peremas aroma masa lalu
Mati terpakar pada jeda kedua mataku
Warna rambutku yang hitam legam kau sulap menjadi spektrum warna bianglala
Remah langitmu kau titipkan pada syal merah, sebuah kado ulang tahunku yang terakhir, yang tak pernah absen melingkar dileherku
Berkali-kali ingin kucampakan mereka dalam lubang hitam
Tetapi niat selalu mati karena hal-hal tersebut terlalu arif memeluk rindu yang semakin gemetar

Tampaknya aku akan mulai pasrah menerima saja
Puisi-puisi yang kita ciptakan bersama telah gemar membelah diri menjadi aku dan kamu
Kulit wajah semakin langsat memikirkan tak ada lagi yang bisa diperjuangkan
Tak ada Termasuk memaksa diriku untuk membingkai senyum

~terinspirasi dari skecth nya efi. Thanks for permitted me girl :*

4 thoughts on “Remah yang Tersisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s